Belasan anak balita terlihat ceria saat belajar dan bermain di Pondok Belajar dan Bermain (RBM) Bongas Kampung Sukamulya, Desa Bongas, Kecamatan Cililin, Bandung Barat, belum lama ini. Pondok belajar yang bangunan semi permanen dibangun berukuran 3×5 meter3.
HENDRIK KAPARYADI, BANDUNG BARAT
Arena pondok belajar terasa asri dengan dikelilingi pesawahan dan rumah warga. Tempat belajar pun semakin efektif dan tempat kegemberiaan anak-anak.
Anak-anak yang datang, bukan hanya belajar menghitung dan membaca saja. Melainkan, anak-anak diajarkan bernyanyi, bercengkerama, lalu tertawa bersama. Ruangan yang hanya dilengkapi sebuah unit papan tulis putih, meja, dan beberapa tikar untuk alas duduk menjadi fasilitas bagi mereka belajar.
Baca Juga:Duel Kontra Persipura DiundurLen Serahkan 100 Beasiswa Pendidikan
Di pondok itulah, beberapa anak penyandang disabilitas berkumpul dan berbagi bersama dengan anak-anak lainnya. Menurut pendiri pondok belajar Rina Susanti, pembangunan dibantu salah satu lembaga sosial pada 2015. Dia mengaku prihatin dengan kondisi para penyandang disabilitas yang cenderung tertutup dari lingkungan. Sehingga,
”Kami ingin berkumpul bersama, berbagi ilmu dan bersosialisasi dengan anak-anak pada umumnya,” ungkap perempuan yang berusia 22 tahun.
Menurutnya, para penyandang disabilitas memiliki bakat yang hebat. Tetapi tidak memiliki wadah untuk mengembangkannya. Untuk membangun rumah belajar, selama ini dia dibantu suaminya yang juga penyandang disabilitas.
Awalnya, ide Rina sempat ditentang beberapa orang. Namun, banyak juga yang mendukungnya. Selain itu, dia diketahui aktif dalam berbagai kegiatan yang mewadahi penyandang disabilitas. Di antaranya lembaga Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM).
Dengan berbagai masukan, akhirnya pembangunan pondok belajar pun mendapatkan dukungan penuh. ”Alhamdulillah sekarang semakin ramai, dulu hanya penyandang disabilitas saja,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Golkar Bandung Barat Doddy Imron Cholid ikut menyambangi tempat belajar yang digagas oleh penyandang disabilitas. Menurut dia, pondok belajar tersebut merupakan hal positif untuk berbagi ilmu kepada anak-anak pada umumnya.
”Kita apresiasi langkah yang dilakukan oleh Rina bersama suami dengan mendirikan pondok belajar ini. Belum tentu orang normal seperti kita bisa menggagas kegiatan positif dan mulia seperti ini,” ujarnya.
