Selain itu, pengiriman barang dari kawasan industri yang ada di Jabar akan lebih cepat, terlebih mobilisasi barang menjadi lebih mudah dan efesien biayanya.“Jadi kalau dibongkar di Tanjung Priok sedangkan pabriknya di Cirebon itukan jadi lebih mahal,”kata dia.
Heryawan menambahkan, keuntungan yang tak kalah pentingnya adalah pada pencatatan Ekspor.Menurutnya, selama ini pencatatan ekspor yang berasal dari Jabar selalu dilakukan di Tanjung Priok padahal distribusi barang berasal dari Industri di Jabar.
”Jadi kalau dicatat di Jabar nantinyakan akan diakui pada pencatatan ekonomi di Jabar juga,”kata dia.
Baca Juga:Kembangkan Kemampuan Peserta DidikAjay-Ngatiyana Dituduh Money Politic dan Saudara Itock
Pencatatan Ekspor ini imbuh dia memiliki dampak pada pertumbuhan perekonomian sehingga berpengaruh pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sehingga lebih akurat dan tepat.
Selain itu, pengaruh lainnya pada pencatatan statistik perekonomian perhitungan makro di Jabar dan memiliki pengaruh juga pada jumlah kemiskinan, Jumlah Pengganguran dan pendapatan perkapita dan lainnya.
Disinggung mengenai peran Pemprov dalam pembangunan Pelabuhan Patimban ini pihaknya akan turut ambil bagian dalam pengelolaannya dengan sebelumnya melakukan pembicaraan bersama pemerintah pusat dan pihak pengelola pelabuhan agar memiliki manfaat bagi masyarakat Jabar.
”Jadi Pemprov jelas akan terlibat tetapi tujuannya untuk kepentingan masyarakat Jabar dan baguian dari Steakgholder agar dapat memiliki rasa tanggung jawab juga,”kata dia.(adv/yan/ign)
