Cerita Perjuangan Para Pencari Suaka dari Timur Tengah di Indonesia

Cerita Perjuangan Para Pencari Suaka dari Timur Tengah di Indonesia
IMAM HUSEIN/JAWA POS
TERKATUNG-KATUNG: Para Imigran Timur Tengah di penampunagan sementaranya di Jakarta, baru-baru ini.
0 Komentar

Sesampai di Thailand, mereka melanjutkan perjalanan menuju Malaysia melalui jalur darat. Kemudian, menyeberang masuk ke Indonesia lewat Riau pada Juni 2013. Untuk biaya semua itu, mereka harus membayar 7.000 USD (Rp 94,1 juta) per orang. Selain paspor dan tiket, mereka dibekali handphone untuk komunikasi. Di setiap negara yang mereka singgahi, selalu ada jaringan smuggler yang memberikan arahan.

”Ada yang menunjukkan jalan,” ungkap Reza yang meninggalkan ibu dan kakaknya di Pakistan itu.

Untuk bertahan hidup di Jakarta, para imigran gelap tersebut berupaya membaur dengan masyarakat setempat. Termasuk belajar bahasa Indonesia serta sopan santun. Dalam hal ini, Reza bertindak menjadi ”guru” bagi teman-temannya dari Afghanistan. ”Untuk awal, saya ajari mereka greeting (salam) dan introducing (perkenalan),” ungkapnya.

Baca Juga:Densus Tangkap 2 TerorisPengendara Harus Ngebut di Jembatan Cisomang

Untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, Reza dan kawan-kawan mengandalkan bantuan dari masyarakat setempat. Ada yang memberikan beras, minyak, mi instan, dan gula. Bahkan, ada pula tetangga rumah mereka yang setiap hari mengantar gorengan.

”Orang di sini (Jalan Kebon Sirih Barat I) baik-baik. Mereka banyak membantu kami,” terang pria tamatan SMA itu. ”Kami tidak bisa bekerja karena tidak ada ijazah,” sahut Ali Jafari, imigran lainnya. (*/c10/ari/rie)

 

0 Komentar