Gempa Bumi Ancam Bandung

Gempa Bumi Ancam Bandung
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
POTENSI GEMPA BUMI BANDUNG: Peserta seminar mengamati poster hasil penelitian mengenai kondisi patahan Lembang pada Smart and Resilience City Geotek Expo 2016 di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jalan Sangkuriang, Kota Bandung, Selasa (13/12).
0 Komentar

”Kalau sesar ini bergerak dan mengakibatkan gempa, maka dampak terbesar yang akan paling dirasakan adalah bangunan yang tepat berada di atasnya,” kata Eko.

Beruntung, menurutnya keberadaan bangunan dan maraknya alih fungsi lahan di Bandung tidak berpengaruh terhadap pergerakan sesar ini. ”Tidak berpengaruh sama sekali, tidak akan mempercepat pergerakan sesarnya,” kata dia.

Meski begitu, dia mengimbau pemerintah agar lebih gencar menyosialisasikan potensi gempa akibat sesar Lembang ini. Hal tersebut penting agar saat gempa terjadi, korban jiwa maupun materi bisa diminimalisasi.

Baca Juga:Pemkot Batal Advokasi AttyDishub Evaluasi Rekayasa Lalin

Menurutnya, mulai saat ini pendirian bangunan di Bandung harus ramah gempa sehingga saat bencana ini terjadi, rumah maupun gedung akan tahan gempa dan tidak hancur. Namun, jika hal ini dirasa belum mampu dilakukan, warga diminta agar menyiapkan ruang aman di dalam bangunannya masing-masing.

”Seperti di Jepang. Mereka di rumah memiliki meja yang kuat untuk berlindung. Atau tempat tidur yang dilindungi baja, sehingga jika ada yang menimpa, tidak berakibat fatal. Atau, mereka membangunan tangga dengan kekuatan yang lebih, sehingga saat gempa berlindung di bawah tangga,” bebernya.

Sementara itu, Pakar Geologi dari Institut Teknologi Bandung, Budi Brahmantyo mengatakan, saat ini yang harus dikedepankan adalah mitigasi bencana di masyarakat. Sebab, hingga saat ini belum ada yang mampu memprediksi kapan gempa akan terjadi.

Jepang pun belum bisa memprediksi gempa. Oleh karena itu, dia pun meminta masyarakat selalu waspada dengan sesar Lembang ini. ”Apalagi di atasnya ada fasilitas umum, komplek militer, Polri, rumah sakit,” katanya.

Sesar Lembang adalah sebuah retakan memandang barat timur dari Kaki Gunung Manglayang hingga Padalarang, Kabupaten Bandung Barat sepanjang lebih dari 22 km, seperti yang diungkapkan oleh Van Bemmelen dalam bukunya yang berjudul geology of Indonesia tahun 1949. (bbs/fik)

Laman:

1 2
0 Komentar