Dukungan Mengalir Buat Kak Dahlan

Dukungan Mengalir Buat Kak Dahlan
JAWAPOS
DUKUNGAN DARI PAPUA: Wolter Benny Hesegem menangis saat bertemu Dahlan Iskan di rumah Dahlan di Perumahan Sakura Regency, Surabaya, kemarin. Dukungan hingga kini terus mengalir untuk Dahlan.
0 Komentar

Menurut ketua LKBH, Syamsul Arifin bahwa kasus yang menimpa DI masih sangat abu-abu. Belum ada kejelasan berapa kerugian negara tetapi sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. ”Kami melihat kasus dialami Pak Dahlan semacam dipaksakan, maka dari itu LKBH se-Karesidanan Kediri siap untuk membantunya,” kata pria berkepala plontos itu di kantor Jawa Pos Radar Kediri.

Tidak hanya itu, kumpulan advokad tersebut menyampaikan dukungan moralnya. Apalagi salah satu yang dipermasalahkan oleh Kejati Jatim asetnya juga ada di Kota Kediri. Bila melihat secara historis, aset yang dijual di Kota Kediri itu tidaklah salah. Salah satu anggota LKBH, Bambang Giantoro menyampaikan dulu lahan tersebut sama sekali tidak produktif.

Bisa saja dijual untuk modal awal pembenahan PT PWU yang kemudian bisa berkembang pesat. ”Saya berpikir keputusan menjual lahan karena memang tidak produktif,” papar Bambang yang mengetahui persis soal tanah yang dijual itu.

Baca Juga:Belajar Sambil Lesehan, Sudah Sepekan Siswa KBM di PengungsianDulu PWU Gabungan Perusahaan Sakit

Karena Bambang juga memahami karakter DI yang suka mengambil terobosan dan tidak pernah berlama-lama dan bertele-tele, dia menduga penjualan aset itu bukan untuk memperkaya diri dan menguntung diri sendiri.

”Kami siap kapan saja untuk berangkat ke Surabaya atau ke Jakarta jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” papar Hendra Gunawan Tanuwijaya. Mereka pun sudah menyiapkan advokat  senior bila sewaktu-waktu membutuhkan.

Dukungan moral terhadap Dahlan Iskan juga datang dari tanah Papua. Wolter Benny Hesegem jauh-jauh datang dari Wamena ke Surabaya untuk menemui mantan menteri BUMN itu di rumahnya kemarin siang (2/11). Pria yang juga kepala suku di Wamena tersebut yakin Dahlan tidak bersalah meski sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan.

Wolter datang ke rumah Dahlan di Perumahan Sakura Regency sekitar pukul 13.00. Dia bersama dua temannya yang juga berasal dari Wamena. Dahlan yang sedang berada di dalam rumah menyambut mereka dengan hangat. Salaman dan pelukan membuat pertemuan itu terlihat spesial.

Tidak banyak kata dalam perjumpaan tersebut. Wolter memeluk erat Dahlan, tapi terlihat sulit untuk berkata-kata. Dia menangis tersedu-sedu. Air matanya deras mengalir tidak terbendung. Wolter kembali menangis saat menatap Dahlan setelah melepas pelukan. ’’Saya tahu Bapak, Bapak tidak bersalah, meski saya jauh di sana,’’ ucap Wolter.

0 Komentar