Dari jumlah tersebut, lanjut dia dirasakan belum memadai. Sebab potensi-potensi risiko terjadi bencana diwilayah Jabar saat ini sudah meluas dan tidak diprediksi.
Kendati begitu, politisi perempuan dari Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat ini mengaku, saat ini pihaknya masih menggodok usulan penambahan anggaran untuk dana biaya tak terduga di 2017. ”Berapa nominal penambahannya masih kami godok dan perlu pembahasan lebih detail lagi,” ujar Ineu.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menambahkan, sejak dianggarakan pada APBD Perubahan, realiasi serapan anggaran dana tak terduga pada APBD Perubahan 2016 sudah mencapai 19,8 persen.
Baca Juga:Berkat Indigo, Frisilia Presentasi Depan Menneg BUMNRibuan Warga Antusias Ikuti Gerak Jalan
”Untuk pos belanja tidak terduga setelah perubahan itu sekitar Rp 29 miliar dan realisasinya sekarang sudah 24 persen. Itu salah satunya untuk bencana alam seperti di Garut dan Sumedang,” ungkap Iwa. (yul/yan/rie)
