Lalu, apa masalahnya sih jika banyak imigran? ”Itu bisa membuat kami kelak kehilangan kesempatan bekerja,” sahut Sam. Tentang skandal perempuan yang menerpa Trump, Jack tidak mempermasalahkannya. ”Apalagi, itu juga dilebih-lebihkan media,” katanya. Mungkin karena dia bocah lelaki.
Kevin, 22, mahasiswa asal Chicago, menganggap negaranya kian lama semakin lemah. Menurut dia, Trump-lah yang bisa mengembalikan kedigdayaan negerinya. Mungkin dia merindukan rezim George W. Bush yang hawkish. ”Aku kecewa kenapa bisa begitu (melemah, Red),” katanya.
Dia menyebutkan, setiap saat AS berada dalam ancaman keamanan. Dia punya angan-angan negaranya bisa kembali kuat. ”Trump itu pebisnis. Dia tahu caranya bekerja. Bukan politikus yang hanya pintar omong,” ulas Kevin. ”Padahal, yang kita butuhkan simpel. Lebih banyak lapangan pekerjaan yang selama ini makin berkurang,” imbuhnya.
Baca Juga:UMP Jabar di Bawah JakartaFota Center Siap Menjamin
Fenomena dukungan anak muda kepada Trump itu sedikit mengejutkan. Sebab, betapa kencang sang rival, Hillary Clinton, mengerahkan upaya untuk menggaet pemilih pemula. Terutama melalui Hollywood connection alias kedekatan dengan para selebriti belia dengan jumlah follower media sosial yang berjuta-juta.
Kubu Clinton secara resmi telah meng-endorse Katy Perry untuk berkampanye mendukung capres Demokrat tersebut. Pelantun Riseter sebut mendapat bayaran USD 70 ribu (sekitar Rp 912,2 juta) untuk mengajak fans memilih Clinton. Misalnya lewat kampanye di YouTube. Juga ajakan langsung di Instagram-nya yang diikuti 57,7 juta fans.
Itu yang berbayar. Belum dukungan sukarela dari para penyanyi dan aktorA-lister yang membanjir. Mulai Lady Gaga, supermodel Kendall Jenner, aktris Anne Hathaway, hingga pemain The Avengers. Ada sutradara Josh Whedon, Iron Man Robert Downey Jr, si Black Widow Scarlett Johansson, dan The Hulk Mark Ruffalo.
Bandingkan dengan Trump yang ditolak mentah-mentah oleh Justin Bieber. Padahal, Trump hanya ingin penyanyi Kanada itu membawakan beberapa lagu di konvensi nasional Partai Republik. Dia pun ditawari bayaran USD 5 juta atau Rp 65 miliar!
Ternyata, endorsement dari para hitmaker yang dicintai remaja tersebut tidak banyak berpengaruh. Setidaknya di mata anak-anak muda pembela Trump tersebut. ”Aku mendukung Trump ya karena program dan ide-idenya,” kata Natalie Blank, cewek asal Cedar Rapids.
