Nusantara pernah melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang besar. Telah banyak pula makna tergali dari hadirnya berbagai karakteristik kepemimpinan dan tatanann bangsa tersebut. Hingga saat ini kita bahkan telah banyak menyimpannya dan tentu tidak mengharapkan keteladanan-keteladanan tersebut hilang begitu saja.
Kesadaran tersebut kemudian dianggap telah memicu berbagai pihak berkompeten untuk terus berupaya mengabadikannya serta menempatkannya pada sisi kelayakan kehidupan yang baik, mendorong beberapa diantanya agar tetap menjadi inspirasi bahkan dapat terus dijalankan pada kurun waktu yang akan datang.
Keraton adalah saksi dari dan catatan sejarah nusantara yang masih dapat kita temui sat ini. Generasi muda dapat meneladani kehidupan keraton terutama berkaitan dengan upaya pemuliaan nilai-nilai luhur nusantara dan pemenuhan tugas serta tanggung jawabnya dalam membangun kehidupan bangsa. Namun, tentunya segala pijakan langkah tersebut harus menapak pada realitas saat ini dan disesuakan dengan tuntutan zamannya.
Baca Juga:SMP 7 Bandung Siap Kerahkan SuporterAmbisi Rebut Juara, SMPN 1 Bandung 100 Persen Siap Tanding
Sentonoingngalogosebuah warisan leluhur tentang sistem pergerakan yang populer di jaman Pangeran Derpa Sentana (1600-an M) Putra Bau Reksayang mengandung arti kembalinya peranan pemuda-pemudi untuk menata bangsa dapat menjadi suatu pendekatan dan jalan pemuda saat ini dalam merealisasikan nilai-nilai luhur sejarah bangsa di tengah-tengah tatanan baru masyarakat terutama terkait tatanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini. Sentono(pemuda) sekiranya dapat mengejawantahkan teladan-teladan pemimpin di masa lalu itu sekaligus tetap menjaga dan memelihara warisan tak ternilai sebagai modal dasar pemuda membangun bangsanya. (*)
