Sheila, yang berumah di Kotagede, Jogjakarta, bersama keempat temannya setiap hari mengunjungi Desa Sidomulyo untuk menemui para difabel tersebut. Itu dilakukan mulai awal 2015. Dari situlah, dia bertemu Jaka Susila, ketua komunitas difabel Bangkit Maju, untuk menawarkan kerja sama.
Setelah mereka sepakat, sebuah kafe es krim dibangun di depan rumah Jaka. Produksi juga dilakukan di tempat yang sama. Awalnya, produksi baru melibatkan 2-3 penyandang disabilitas. Tapi, kini sudah tujuh orang yang bergabung. Termasuk Didi, yang memasarkan produk dengan sepeda motor roda tiga karena kakinya terserang polio.
”Kata Pak Jaka, sebenarnya banyak difabel yang tertarik berjualan es krim ini. Tapi, mereka masih malu,” ujar perempuan 24 tahun itu.
Baca Juga:Periode I Hampir Berakhir, Kanwil Jabar I Imbau WP Segera Sampaikan SPHBayi Kembar Siam Mulai Sadar
Sampai titik itu, Sheila lebih mencurahkan perhatian untuk mengurus Osiris jika dibandingkan dengan mencari pekerjaan sebagai sarjana ekonomi. Dia bangga karena bisa membantu orang lain, termasuk para difabel agar bisa menambah penghasilan. Kebanyakan difabel di desa tersebut terkena polio. Umumnya, mereka bermata pencaharian sebagai petani.
Berkat kepedulian terhadap kaum difabel itu, Sheila bisa bertemu Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Dia mendapat kesempatan untuk bersalaman dan berfoto bersama dengan Obama. Pertemuan itu terjadi dalam acara Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) di Luang Prabang, Laos, 7 September lalu. Sheila merupakan salah satu wakil Indonesia, sedangkan Obama adalah inisiator program yang ditujukan untuk anak-anak muda Indonesia. ”Sekitar awal 2016, saya mendaftar program itu sendiri, tanpa teman-teman,” tutur Sheila.
Dalam YSEALI itu, setiap peserta harus bisa menunjukkan program yang dikerjakan dan dampaknya kepada komunitas atau kelompok masyarakat tertentu. Sheila membawa Osiris. Juga, dia terpilih menjadi salah satu peserta.
Selama lima pekan dia belajar di Arizona State University, Amerika Serikat. Dia belajar tentang kepemimpinan, cara memecahkan masalah, dan pengertian pentingnya terjun langsung dalam membangun usaha. Setelah merampungkan program di Arizona State University, Sheila dan peserta lain diundang secara khusus oleh Obama di YSEALI Summit di Laos itu.
”Saya beruntung dapat deretan kursi paling depan sehingga bisa melihat secara langsung dari dekat saat Presiden Obama berpidato,” tuturnya.
