Triyono, Penyandang Disabilitas yang Bikin Layanan Ojek untuk Kalangan Difabel

Difa City Tour and Transport
F-SEKARING RATRI/JAWA POS NYAMAN: Triyono (kiri) dan Puji Santosa, pendiri Difa City Tour and Transport. Ojeknya kini tidak hanya digemari para difabel, tapi juga para turis asing.
0 Komentar

”Ibu-ibu suka panggil kami untuk ke pasar, bawa belanjaan. Kami pun tidak bisa menolak. Yang penting ada penumpang,” ujar anak pertama di antara dua bersaudara itu.

Berkat gagasan brilian tersebut, Difa City Tour and Transport diundang secara khusus dalam peringatan Hari Difabel Sedunia pada 1 Desember tahun lalu di Jogjakarta. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Tri dan Puji pun berupaya menarik perhatian undangan maupun media. Upayanya tidak sia-sia. Sejumlah wartawan mewawancarinya, termasuk dari media asing seperti BBC London dan NHK Jepang.

Dampak publikasi tersebut luar biasa. Pelanggan ojek difabel itu meningkat tajam. Jumlah driver terpaksa ditambah menjadi 15 orang dengan lima driver sebagai cadangan. Bahkan, saking banyaknya orderan, tidak jarang Tri masih harus turun ke lapangan melayani penumpang.

Baca Juga:Tommy Soeharto Ikut Tax AmnestyBalap Sepeda Road Belum Ada Koordinasi dengan Pengelola

Kini, setelah setahun lebih beroperasi, para driver Difa memiliki pelanggan tetap. Misalnya, Aris Wahyudi yang menjadi idola penumpang cewek. Hampir seluruh penumpang langganan Aris adalah perempuan muda penyandang disabilitas. Pembawaan Aris yang ramah dan humoris menyenangkan cewek-cewek itu.

”Di sini, penumpang bisa request. Tapi, gara-gara keseringan bawa penumpang perempuan, saya pernah dilabrak istri,” ujar Aris, lantas terbahak.

Lain halnya dengan Giono yang menjadi kesayangan penumpang tunanetra. Lalu, Surwandono yang digemari nenek-nenek karena halus pembawaannya. ”Kalau saya, biasanya penumpang yang tahu dari membaca koran yang memberitakan saya,” ujarnya.

Tri menceritakan, para driver di Difa memang spesial. Mereka tidak seperti tukang ojek pada umumnya. Ketika mendapat penumpang tunanetra, mereka tidak segan memberikan servis ekstra tanpa tambahan biaya. Mereka paham para tunanetra membutuhkan perlakuan khusus.

”Jadi, setelah sampai tujuan, driver kami akan nganterin sampai depan rumahnya. Bahkan, kalau penumpang datang ke tempat acara, ya diantar sampai duduk di tempat acara. Bahkan, ke kamar mandi pun akan diantar,” jelasnya.

Para driver juga harus paham order yang disampaikan penumpang difabel. Selama ini pesanan bisa dilakukan dengan menggunakan layanan messaging WA, BBM, dan Facebook. Penumpang juga bisa menyampaikan order melalui hotline yang merupakan nomor pribadi Tri.

0 Komentar