Pembangunan Jembatan Cipurut Target Rampung September Ini

jembatan - cipurut
YULLI S YULIANTI/BANDUNG EKSPRES
 DALAM PROGRES: Perbaikan Jembatan Cipurut, Jalan Raya Bojongsoang-Dayeuhkolot, masih berlangsung Selasa, (30/8). Para pelajar SMP menyeberang melalui jembatan darurat di pinggir proyek perbaikannya.
0 Komentar

bandungekspres.co.id, DAYEUHKOLOT – Pembangunan Jembatan Cipurut yang menghubungkan Kecamatan Dayeuhkolot dan Bojongsoang setelah beberapa bulan lamanya tak kunjung usai. Namun saat ini ditargetkan rampung akhir September 2016. Perbaikan jembatan tersebut secara teknis mengganti bangunan jembatan lama dengan yang baru.

Selama masa perbaikan jembatan Cipurut ini, para pengguna jalan harus menggunakan alternatif ke Jalan Sukabirus, Jalan Cijagra, atau jalur memutar ke Baleendah, untuk menuju Dayeuhkolot dari Bojongsoang, atau sebaliknya. Selain jalan memutar, jalan alternatif ini melalui permukiman warga dan bekas rel kereta api.

Camat Dayeuhkolot Adjat Sudrajat mengatakan, warga berharap jembatan ini dapat segera dioperasikan. Dengan demikian, lalu lintas warga yang melintasi Jalan Dayeuhkolot-Bojongsoang dapat berjalan kembali dengan normal.

Baca Juga:Pembangunan Infrastrktur Telekomunikasi di Daerah Terluar Indonesia hanya Dilakukan BUMNKopi Ciwidey Beredar di Italia

”Pengembang sudah siap merampungkan proyeknya pada September 2016. Warga diminta bersabar dulu dengan menggunakan jalur lain, semoga saja bisa cepat karena jalan itu merupakan salah satu akses terpenting dari Dayeuhkolot,” kata Adjat saat wawancara di kantornya kemarin (30/8).

Selain Jembatan Cipurut, tutur Adjat, sebuah jembatan di Jalan Cisirung-Sukamenak, tepatnya di Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, pun menjalani perbaikan serupa. Perbaikan ini berupa peningkatan permukaan jembatan, sekaligus pelebaran dan pemanjangan jembatan. Dengan demikian, jembatan ini tidak akan lagi terendam banjir luapan sungai atau membendung sampah dari sungai, tuturnya.

Sementara itu, kontraktor pembangunan Jembatan Cipurut, Ade mengatakan, secara teknis pengerjaan perbaikan jembatan ini dilakukan dengan membongkar seluruh bangunan jembatan lama, kemudian membangun jembatan baru di lokasi yang sama.

Bangunan jembatan lama dirobohkan, kemudian tebing pinggir sungai yang akan menjadi fondasi jembatan pun dibangun menggunakan beton. Ade mengatakan dibutuhkan 1.800 karung tanah untuk proses pemasangan tiang pancang jembatan.

”Jembatan lama asalnya memiliki panjang 16 meter, sedangkan yang baru 20 meter. Dulu lebarnya 6 meter dan sekarang jadi 8 meter. Permukaan jembatan ini lebih tinggi 1,2 meter dari jembatan lama. Dengan demikian, sampah tidak akan terjebak di jembatan ini lagi dan jembatan tidak akan terkikis air sungai saat permukaannya meningkat,” katanya.

Ade menjelaskan, sebelum diperbaiki, jembatan lama mengalami anjlok sampai sedalam 12 sentimeter. Permukaan jalannya pun mengalami kerusakan dan permukaan jembatan yang rendah menyebabkannya sering terendam sungai saat sungainya meluap.

0 Komentar