Menurutnya, pemkab sudah merencanakan pembangunan pusat pemerintahan di perkotaan. Namun, harga tanah yang terlampau tinggi membuat pemkab harus mengeluarkan anggaran besar. ”Belum lagi pembangunannya, jadi lebih baik untuk infrastruktur,” kata dia.
Namun di Campaka, lanjut Irvan, terdapat 40 hektar lahan milik negara yang bisa digunakan secara gratis, sehingga lebih mengefisiensi anggaran. ”Makanya dialihkan pusat pemerintahan ke sana, tanahnya ada tinggal pembangunannya. Apalagi sekarang ada tiga dinas yang belum memiliki kantor,” kata dia.
Di samping itu, beralihnya pusat pemerintahan ke sana akan membentuk keadilan untuk warga di seluruh wilayah di Cianjur. Pasalnya Campaka merupakan titik tengah dari seluruh luas wilayah Kabupaten Cianjur. ”Titik temunya di sana, pertengahan baik dari wilayah utara ataupun selatan,” urainya lagi.
Baca Juga:Sabana Tumbuh Bersama Keluarga IndonesiaPemkot Ikuti Evaluasi AKIP dan Reformasi Birokrasi
Menurutnya, kawasan pemerintahan yang berada di perkotaan tidak memberikan rasa adil pada warga di wilayah selatan. Jarak tempuh menuju pusat pemerintahan begitu jauh, dan ongkos pun menjadi tinggi.
”Jangka waktunya pun jadi lama. Kebayang mereka yang ingin buat KTP harus menempuh waktu berjam-jam. Tapi kalau di Campaka, seluruh wilayah akan rata jarak dan waktu tempuhnya,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, sejumlah negara yang memindahkan pusat pemerintahan menjadi maju setelahnya. Irvan menuturkan, pemindahan pusat pemerintahan akan dilakukan pada 2018, bertepatan dengan rampungnnya alun-alun Cianjur yang baru.”Semoga Cianjur juga seperti itu, lebih maju dan agamis,” pungkasnya. (bay/rie)
