oleh

50 Persen Hanya Laporan Warga Makin Iseng

bandungekspres.co.id, SUMUR BANDUNG – Meski bulan Ramadan, tindakan penertiban terhadap para pelanggar Peraturan Daerah tidak surut.

Penegakkan Perda yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja, ditujukan untuk menjaga agar situasi masyarakat tetap kondusif. Fokus masalah yang kita sasar, masih seputar pedagang kaki lima (PKL), penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), minuman keras (Miras), prostitusi, reklame, serta bangunan tak berizin  dan parkir liar.

Baca Juga:  Kronologi KRI Nanggala Dinyatakan Hilang Kontak versi Achmad Riad

Sementara itu, tim yang dibentuk untuk melakukan tindakan-tindakan sifatnya antisipatif dan represif. Hal itu, dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Eddy Marwoto belum lama ini.

Selain melakukan penertiban terjadwal, Satpol PP juga merespon keluhan dan laporan  masyarakat terkait isu-isu pelanggaran Perda. Eddy mengaku sering melakukan razia ke tempat-tempat hiburan hingga tempat indekos berdasarkan laporan dari warga.

”Kita beri tindakan yang tegas sesuai dengan Perda kita. Dan sanksi sedang dicoba melalui pembebanan biaya paksa setelah terbukti berulang tertangkap lakukan tipiring,” jelas Eddy.

Baca Juga:  Meresahkan! Balapan Liar di Cimaung Bakal DItindak Aparat

Pembebanan biaya paksa tersebut dilakukan terutama kepada para PKL yang membandel. Mereka yang sudah lebih dari tiga kali tertangkap akan dikenai biaya paksa sesuai dengan yang tercantum dalam Perda K3 Nomor 11 tahun 2005.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

  1. hai gaes,,
    di karenakan pandemi corona ini,,yuk kita menghasilkan uang dengan cara di rumah aja…
    segera kunjungi situs kami di wama88.bet
    terdapat banyak jenis games games online yang bisa kalian mainkan hanya dengan di rumah aja…
    semua serba cepat gaes…..
    yuk kami tunggu ya kedatangan teman teman..

Baca Juga