bandungekspres.co.id, NGAMPRAH – Pemakaian air bersih di Bulan Ramadan meningkat hingga 10 persen. Hal ini dikarenakan banyak pemakaian air bersih untuk berwudhu salat tarawih, sahur hingga kebutuhan rumah tangga. Hal tersebut diungkapkan Kabag Humas dan Hukum PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna kepada wartawan, kemarin (16/6).
Menurut Dadang, kendati volume pamakaian air bersih meningkat, namun pihaknya memastikan stok air yang disuplai kepada para pelanggan bakal aman. Hal ini didukung dengan turunnya hujan di bulan Ramadan. ”Tahun ini kebetulan turun hujan sehingga stok air tetap aman hingga Lebaran nanti. Pada awal Ramadan pemakaian air bersih sudah mengalami kenaikan,” katanya.
PDAM Tirta Raharja yang melayani tiga wilayah mulai dari Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat ini, selain fokus terhadap stok air bagi pelanggan, pihaknya juga tengah melakukan koordinasi dengan petugas di lapangan agar mengecek kondisi seluruh pipa air agar tidak terjadi kebocoran. Kebocoran ini juga bisa diakibatkan dari penggunaan yang rendah namun stok air tinggi sehingga pipa menjadi jebol atau pecah.
Baca Juga:Kapolres Tinjau Titik Jalur MudikDispopar Siap Kembangkan Wisata Agro Kampung Cibuluh
”Menghadapi Idul Fitri seluruh pipa air yang kita miliki akan dicek supaya tidak ada yang bocor. Kami juga imbau kepada pelanggan sebelum mudik untuk ditutup kerannya, baik secara manual atau meminta bantuan kepada petugas kami,” imbaunya.
Disebutkan Dadang, debit air khusus Kabupaten Bandung Barat dengan Kota Cimahi mencapai 250 liter/detik. Mata airnya diambil dari Lembang, Cisarua serta ada dua sumur artesis yang ada di Padalarang. Total pelanggan di Kabupaten Bandung Barat mencapai 11 ribu pelanggan. Di antaranya 2500 ada di Lembang, 1700 di Padalarang, 1800 di Cililin dan beberapa pelanggan di wilayah lainnya.
”Kami juga memang ingin membuat lagi sumur artesis untuk menambah debit air. Hanya saja biaya untuk satu sumur ini bisa menghabiskan Rp 600 juta. Cukup mahal lantaran pembuatan sumur ini tidak sembarangan harus menggunakan alat khusus, kebutuhan barang, listrik serta biaya perizinannya,” paparnya.
Dadang mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan, PDAM Tirta Raharja melakukan kerjasama dengan PT Perdana Multiguna Sarana (PMgS) yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) khusus mengelola air bersih. ”Artinya bisa saja nanti ke depan kami dengan BUMD Kabupaten Badung Barat ini melakukan kerjasama seperti menjual curah air bersih dan kami yang beli. Kerja sama lainnya bisa kita melakukan pendampingan kepada mereka untuk berbagi pengalaman dalam mengelola air bersih,” pungkasnya. (drx/fik)
