Dukung Jam Masuk Kerja Pukul 6.30

PNS
DOKUMENTASI/DONI KURNIAWAN/BANTEN RAYA
KREDIBILITAS PNS: Sejumlah PNS terlihat berjalan di kawasan Pemerintahan Kota (Pemkot) Cilegon, be­lum lama ini. Hingga saat ini, PNS dinilai sebagai pekerjaan serba enak tanpa memberikan kinerja terbaik.
0 Komentar

bandungekspres.co.id, BANDUNG – Pemberlakuan jam kerja pukul 6.30 sampai dengan pukul 13.30 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Purwakarta dinilai Pakar politik dan kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung Prof Asep Warlan sangat baik.

Dia menilai, dengan jam kerja dimajukan menjadi lebih pagi, produktivitas pegawai akan jauh lebih baik. Bagi dia, hal tersebut merupakan terobosan positif dan kreatif.

”Banyak maslahatnya. Kalau lebih pagi, para pegawai masih fresh, masih segar ketika bekerja sehingga diharapkan produktivitas pegawai lebih meningkat,” kata Asep Warlan ketika dihubungi Jabar Ekspres kemarin (8/6).

Baca Juga:BI Jabar Bawa Rp 500 Juta ke Pasar CikajangMusda PPP, Digelar Agustus

Menurut Asep, memajukan jam kerja lebih pagi selama Ramadan akan menghilangkan kebiasaan tidur lagi setelah salat Subuh atau sahur. Dengan begitu, PNS tidak lagi beralasan terlambat masuk kerja karena bangun kesiangan.

Selain itu, dengan kondisi ini masyarakat juga akan senang karena bisa dilayani lebih pagi. ”Biasanya kan masyarakat harus menunggu siang karena banyak PNS datang terlambat,” ujarnya.

Asep menuturkan, secara aturan kebijakan masuk pagi selama Ramadan itu sama sekali tidak menyalahi aturan. Sebab kebijakan ini adalah aturan penyesuaian yang diterapkan daerah dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi dan Birokrasi (Kemen-PAN RB)

”Selain meningkatkan produktivitas pegawai, kebijakan itu positif karena pegawai juga bisa lebih punya waktu untuk beribadah dan berkumpul bersama keluarga,” urainya.

Asep mengaku, tidak terkejut bila kebijakan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi terkait masuk lebih pagi ini diikuti oleh sejumlah kabupaten/kota lain di Jabar. ”Sangat memungkinkan bila juga diterapkan di Bandung. Ini bisa membantu mengurangi traffic jam (jam padat) karena jam berangkat dan pulangnya lebih cepat. Tinggal diatur saja,” tutur dia.

Tak hanya bagi pegawai atau PNS, kebijakan masuk pagi menurutnya pun bisa diberlakukan bagi anak sekolah. Asep mengaku sangat setuju bila jam masuk sekolah di Bandung diberlakukan lebih pagi.

”Jam masuk pagi misalnya jam 6.30 bagi anak sekolah akan mendisiplinkan anak-anak. Mereka harus tidur lebih awal dan bangun lebih pagi. Kemacetan yang biasa terjadi juga bisa dikurangi. Bandung sudah saatnya memberlakukan kebijakan masuk pagi,” pungkasnya. (a2/yan/rie)

0 Komentar