oleh

Proyek Tol Soroja Terkendala SUTT

Ineu menilai, pembebasan lahan harus menjadi perhatian pemerintah pusat. Terlebih, saat ini proses pembebasan lahan kewenangannya berada di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

”Kami akan berkonsultasi dengan menteri, BPN pusat, BPN Jabar. Agar ada perhatian dan kerjasama yang baik,” katanya.

Ineu menyebutkan, menurut penjelasan kontraktor pembangunan Jalan Tol Soroja, masih terdapat sembilan lahan yang belum dibebaskan. Meski tidak terlalu signifikan, hal ini berdampak terhadap proses pembangunan jalan tol tersebut.

Menurutnya, pembangunan Jalan Tol Soroja ditargetkan tuntas sebelum Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 Jabar yang digelar September mendatang.

Ineu menambahkan,  pembangunan jalan tol ini bisa segera tuntas mengingat infrastruktur ini menjadi akses utama menuju Stadion Si Jalak Harupat. Termasuk venue lainnya yang akan digunakan untuk PON 2016.

Untuk mempercepat pembebasan lahan harus ada langkah lain sebab ketersediaan anggaran bergantung pada pemerintah pusat

”Pembiayaannya bisa dari bank atau investor. Tapi ini juga dibutuhkan payung hukumnya dan dibutuhkan komitmen,” tuturnya.

Menanggapi permintaan Pemprov Jabar, General Manager PLN Distribusi Jabar Banten Iwan Purwana mengatakan, mengatakan akan segera memindahkan jaringan  SUTT 70KV dan 150 KV dalam waktu dekat ini.

Kendati begitu, relokasi tergantung seberapa banyak jaringan yang dialihkan termasuk berapa banyak tiang pengganti. ”Ini sudah jadi kewajiban kami. Jika jaringan kami jadi kendala, kami akan segera alihkan dan dilakukan dengan cepat seperti di Kertajati. Dalam waktu beberapa hari saja (bisa dipindah),” tutup Iwan. (yan/rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.