oleh

Persepsi Masyarakat Bersebrangan, HST Picu Konflik Sosial

Menurut Febriyanto, saat ini pihaknya sudah melakukan proses pembangunan infrastruktur secara bertahap di lahan yang benar-benar tuntas menyangkut dengan soal pembebasan lahan tepatnya di lahan milik PTPN VIII. ”Lahan yang sudah jelas seperti lahan milik PTPN VIII tentu kita sudah bangun infrastrukturnya. Lahan ini juga sudah mendapatkan izin pembangunan dengan panjang 5 kilometer dari Kementerian Perhubungan,” paparnya.

Selain persoalan pembebasan lahan warga, kata dia, pihaknya juga saat ini tengah berupaya meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait dengan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW). ”Perubahan RTRW terlebih dahulu harus dilakukan,” ujarnya.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang lokasi persinggahan (transit oriented development/TOD) berada di Perkebunan Teh Mandalawangi Maswati di Kecamatan Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat. Dari luas total perkebunan teh yang mencapai 2.800 hektare, sebanyak 1.270 hektare di antaranya akan dijadikan untuk pengembangan kawasan lokasi kereta cepat. (edy/drx/rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.