oleh

Benahi Penjara Perlu Sinergi Penegak Hukum

Dengan begitu, pembangunan infrastruktur lapas bukan solusi utama untuk memperbaiki kondisi lapas. Dia mengatakan, perbaikan sistem penegakan hukum adalah jurus ampuh untuk membuat penjara tidak lagi bermasalah. ”Selama ini hukuman itu selalu berdasar balas dendam. Padahal, justru jauh lebih baik bila hukuman itu berdasar pada memperbaiki diri setiap narapidana,” kata Kusmiantha Dusak.

Konsep hukuman yang dilakukan penegak hukum tersebut tentu bisa diubah. Ada berbagai cara yang bisa ditempuh dalam menghukum orang, tetapi justru mendorong membentuk kepribadian yang lebih baik. Misalnya, kerja sosial dan rehabilitasi. ”Saat ini penting untuk mencari solusi agar penjara tidak lagi overkapasitas,” tuturnya.

Kusmiantha Dusak mengatakan, memang saat ini belum ada konsep kerja sosial di lapas. Namun, setidaknya ada kebijakan bahwa napi bisa bekerja di luar lapas. Syaratnya, telah menjalani setengah masa hukuman. Ada sekitar 15 ribu napi yang saat ini tercatat bekerja di luar lapas. ”Mereka pagi hingga sore bekerja di luar. Malamnya menginap di lapas. Tentunya, ini upaya untuk membuat lapas tidak overkapasitas juga,” ucapnya.

Khusus untuk rehabilitasi, saat ini Badan Narkotika Nasional (BNN) mulai menerapkan. Rehabilitasi para pengguna itu bisa membuat penjara bukan seakan tong sampah. ”Penjara memang ujung dari penegakan hukum. Tapi, seharusnya bukan tong sampah dari kejahatan yang terjadi di masyarakat,” terangnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.