Dia menuturkan, apa yang dilakukannya bermuara pada sistem. Sehingga sesuai dengan visi dan misi. Emil menargetkan, setelah nilai A penilaian ini akan ditingkatkan menjadi zona bebas korupsi yang akan ditargetkan pada tahun ini.
”Kita ingin kinerja birokrasi dan hasil pembangunan Kota Bandung terasa oleh masyarakat dengan terukur oleh sistem,” jelas dia.
Emil memaparkan, hal yang dilakukan selama ini dalam membangun tata kelola birokrasi adalah dengan selalu hadir di tengah-tengah. Itu untuk mendorong dan membangun mental birokrasinya.
Baca Juga:Cindy Fatika Sari Lebih Protektif ke AnakPSG Menang, Lavezzi Hengkang
”Jadi saya sebagai wali kota mengubah cara kepemimpinan. Tidak banyak nyuruh-nyuruh dan marah-marah. Tetapi saya ikut ke dalam dan tidak jarang terjun langsung untuk menyemangati yang di bawah,” papar dia.
Dengan pola itu, lanjut dia, mereka merasa dihargai. Demikian halnya dengan sistem smart city yang diterapkan, bisa mengukur transparansi dan kinerja bawahannya. Bahkan tahun ini, dia mengaku, akan mencanangkan tahun disiplin kepada aparaturnya agar bisa melaksanakan birokrasi dengan baik.
”Satu, dua kepala dinas yang sudah saya berhentikan dan yang tidak mau ikut dalam rombongan reformasi jadi siap-siap aja,” ancam Emil. (yan/rie)
