Dia merapikan dan membenahi kembali apa saja yang salah dalam bisnisnya. Mereka menjual sepatu kulitnya melalui social media seperti Instagram.
”Kita coba fokus gimana caranya bisnis ini bukan cuma sekedar dagang, namun benar-benar bisnis dengan struktur yang bagus. Karena kita itu benar-benar mau ngebangun company,” tuturnya.
Namun perjalanan bisnisnya lagi-lagi harus mendapatkan hambatan. Di tahun 2015, mereka sempat kebingungan dengan harga bahan baku yang naik. Mereka harus me-menage kembali usaha sepatunya agar tetap memiliki kualitas yang bagus dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.
Baca Juga:Oded Ajak Cegah KankerSisipkan Batik Banten dan Unsur Tradisional
”Ternyata membuat sepatu dengan kualitas yang bagus namun harganya murah itu susah yah hehe,” tuturnya.
Itu semua membuat Ramadhan dan sang adik semakin berusaha dalam bisnisnya. Dengan keseriusan dan keyakinannya, akhirnya mereka bisa melalui hambatan itu semua dengan lancar. Sasaran mereka adalah kota-kota yang mempunyai banyak mahasiswa seperti Surabaya, Jakarta dan Yogyakarta.
”Intinya sih apapun yang kita kerjakan jika mengerjakannya menggunakan hati, maka hasilnya pasti akan maksimal,” ungkapnya.
Sampai saat ini Guteninc sudah mempunyai toko yang berada di Jalan Cihampelas. Mereka juga akan membuka tokonya di kota kelahirannya mereka yaitu Makasar. Pilihan merantaunya ternyata membuahkan hasil yang memuaskan. Pria kelahiran 1991 ini sudah memiliki omzet mencapai Rp 400 juta per bulan.
”Mungkin dorongan dari orang tua sih yang bener-bener bikin semakin semangat. Dan akhirnya, bisa membuahkan hasil seperti ini,” pungkasnya. (*/fik)
