Pihaknya berharap, dengan adanya acara Brotherhood Offline Meeting (BOM), anggota AAB bisa memperluas relasi dan persaudaraan. ”Intinya adalah menambah kenalan. Siapa tahu bisa bekerja sama dalam bisnis tertentu. Salah satu tujuan kami adalah kesejahteraan para pemilik nama Agus,” ujarnya.
Selain itu, ajang perkenalan tersebut bisa membuka informasi tentang lowongan pekerjaan. Itu pernah terjadi. ”Pernah ada anggota yang tanya lowongan kerja teknisi. Eh, kebetulan ada yang punya bengkel mobil. Ya sudah, langsung diterima saja. Apalagi sama-sama anggota AAB,” tuturnya.
Saking banyaknya orang yang bernama Agus di Indonesia, tak sedikit anggota AAB yang mengaku pernah menghindari dipanggil Agus. Bahkan sempat memprotes, minta diganti.
Baca Juga:Alena Wu Launching Album sekaligus Rayakan ImlekPemkab Tetapkan Siaga Bencana
Seorang pria asal Wonogiri bernama Agus Widodo, misalnya, mengaku sempat protes diberi nama Agus karena dia tidak lahir pada bulan Agustus, melainkan 16 Desember 1977.
”Ceritanya, waktu itu bapak tidak di rumah saat saya lahir. Akhirnya, pakde yang kasih nama. Artinya pembawa kebaikan,” jelasnya.
Ketika pulang, bapaknya juga sempat protes kepada si pakde. Namun, hingga saat ini, nama Agus Widodo belum pernah sekali pun diubah. ”Telanjur di-bubur abang (selamatan, Red), hahaha,” ungkapnya.
Suami istri asal Bogor, Agus Supriyatno, 44, dan Kartika Agus Setyawati, 43, juga mengaku punya kenangan atas kesamaan nama Agus mereka. ”Pernah jalan berdua waktu pacaran, ada teman istri panggil Gus. Spontan, kami berdua noleh, hehehe,” terangnya.
Barangkali terjebak dalam suasana seperti itu pula yang dikhawatirkan banyak Agus lain sehingga menghindar dipanggil Agus. Bayangkan, tengah membawa istri yang demam berobat ke rumah sakit, lalu tiba-tiba ada panggilan di ruang tunggu, ”Pak Agus dimohon masuk, istrinya segera melahirkan.” Apa tidak langsung mendelik perempuan yang tengah demam tadi? (*/c5/ttg/rie)
