Tekad Para Agus Mengalahkan Sugeng dan Asep

agus
MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
JANGAN PANGGIL GUS: Sejumlah anggota Agus Agus Bersaudara berfoto bersama di Bogor belum lama ini. Mereka bertekad untuk mengalahkan Asep.
0 Komentar

Gus Mul juga mengaku tak menyangka pertumbuhan AAB bakal secepat ini. ”Pernah dalam sehari ada 200 orang yang mendaftar,” ungkapnya.

Padahal, AAB baru didirikan pada 13 Desember 2015 oleh Agus Mulyadi (Gus Mul), Agus Nuryanto (Gus Nur), Agus Taman (Gus Tam), dan Agus Rohadi (Gus Roh). Keempatnya berasal dari daerah yang berbeda-beda dan dipertemukan melalui grup Facebook. Dengan bantuan penyebaran melalui Facebook dan website, kini mereka sudah memiliki perwakilan di 20 provinsi di seluruh Indonesia.

Gus Mul menargetkan, pada Agustus 2016, jumlah anggota AAB sudah mencapai satu juta orang. Tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga luar negeri. ”Saat ini sudah ada bule dari Australia, namanya August (ikut bergabung, Red). Juga dari Hongkong, Singapura, dan banyak lagi,” katanya.

Baca Juga:Alena Wu Launching Album sekaligus Rayakan ImlekPemkab Tetapkan Siaga Bencana

Agus memang salah satu nama yang paling populer di Indonesia. Menurut Bendahara AAB Agus Teguh alias Gus Te, Agus bisa ditemukan di suku mana saja. Juga, bisa dipakai pria atau perempuan, dengan segala variannya. Misalnya, Agustiono (pria) dan Agustina (perempuan).

Itulah yang membuat Gus Te yakin AAB bisa mengalahkan komunitas nama yang lain dari segi jumlah anggota. Misalnya, Komunitas Sugeng atau Asep. ”Sugeng atau Asep itu tidak ada yang perempuan. Sedangkan kami punya banyak nama Agustina atau Agustini,” ungkapnya.

Di kalangan pejabat negara pun, banyak yang bernama Agus. Di antaranya, Ketua KPK Agus Rahardjo, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Wakil Ketua PPATK Agus Santoso, dan Pangdam Wirabuana Agus Surya Bakti. ”Anaknya (mantan presiden, Red) Pak SBY juga namanya Agus Harimurti Yudhoyono,” tambahnya.

Hanya, dia mengaku para tokoh dan pejabat itu belum masuk keanggotaan Agus-Agus Bersaudara. Pihaknya tidak akan menawari mereka masuk AAB. Sebab, dia ingin keanggotaan terjadi secara sukarela. ”Kalau mereka mau masuk, silakan. Tapi, perlu diingat, di sini tidak ada raja. Semua sama,” tegasnya.

Dari segi latar belakang, Sekjen AAB Gus Nur menyatakan, komunitas itu beranggota orang dengan berbagai macam profesi. Mulai pengusaha hingga paranormal. ”Kalau saya lihat, 60 persen wirausaha, 20 persen pegawai swasta, 10 persen PNS dan TNI-Polri, sisanya lain-lain. Sepertinya nama Agus hoki jadi pengusaha,” terangnya.

0 Komentar