”Animasi semakin dilirik karena menjadi media penyampai pesan yang sangat efektif dan menarik,” ujarnya. Ia membuktikan, betapa Malaysia sukses memperkenalkan budaya Melayunya melalui Upin & Ipin. Padahal, film animasi itu juga dikerjakan oleh animator asal Tanah Air. Malaysia, kata dia, memberikan dukungan dana yang besar untuk studio animasi yang ada di sana, sehingga banyak lahir karya animasi yang bagus.
Biaya pembuatan animasi memang tidak murah. Biaya yang dipatok animator umumnya Rp 250 ribu per detik. Dengan demikian, jika diminta mengerjakan animasi selama 30 detik saja, biayanya Rp 7,5 juta. Kenapa mahal? ”Karena untuk satu animasi melibatkan minimal 10 orang. Dari urusan gambar, suara, sampai pembuat ceritanya,” katanya.
Itu sebabnya, animasi bisa menjadi industri padat karya, menyerap banyak tenaga kerja. Beberapa iklan berbentuk animasi yang tayang di televisi swasta, di antaranya adalah karya animator asal Cimahi. Mulai produk makanan ringan hingga minuman.
Baca Juga:Pemuda Pancasila Back to zeroAngkot Masih ’Ngetem’ di Jalan
Karena itu, dia berharap, pemerintah terus mengembangkan industri kreatif ini, agar animasi semakin berkembang dan budaya Indonesia semakin dilirik dunia internasional. Anda tertarik magang di tempat ini? (*/kri/k8/asp)
