Isu Diganti, Fahri Meradang

[tie_list type=”minus”]Penggalangan Opini Lakukan Kesalahan[/tie_list]

bandungekspres.co.id– Fahri Hamzah tampaknya sudah tak bisa tinggal diam menyikapi rumor pelengserannya dari kursi Wakil Ketua DPR. Anggota Ahli Partai Keadilan Sejahtera itu pun bereaksi.

Fahri bilang, beberapa pekan ini mendapat banyak pertanyaan dari media terkait pernyataan Ketua Bidang Polkam DPP PKS Al Muzammil Yusuf, Presiden PKS Muhammad Shohibul Iman dan Wakil Sekjen DPP PKS Mardani Alisera.

Pernyataan itu mengenai adanya evaluasi oleh Badan Penegak Disiplin Organisasi DPP PKS kepada para pejabat publik yang berasal dari PKS. Selain itu juga pertanyaan media yang ingin mengonfirmasi tentang permintaan mundur kader dan simpatisan PKS terhadap dirinya.

’’Pada dasarnya saya telah berusaha menahan diri dan terus menghindar dari awak media terkait isu ini. Akan tetapi demi memperjelas situasi dan menjawab keresahan konstituen, kader dan simpatisan partai kepada saya maka perlu saya jelaskan beberapa hal,” kata Fahri dalam rilisnya, kemarin.

Dia menegaskan, patut disayangkan akhir akhir ini banyak isu yang biasanya diselesaikan secara internal melalui mekanisme syura (musyawarah) demi maslahah, akhirnya dimunculkan menjadi konsumsi publik. ’’Dan patut disayangkan pula karena isu yang disampaikan tersebut tidak menunjukkan fakta sebenarnya tentang apa yang terjadi,” ujar Fahri.

Dia menjelaskan, perlu diketahui bahwa BPDO dalam struktur DPP PKS bukanlah lembaga ataupun badan yang memiliki wewenang melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat publik.

Dalam Anggaran Dasar PKS Pasal 34 ayat (1) huruf (a) dan (b) disebutkan bahwa BPDO merupakan badan yang bertugas menyelenggarakan penegakan disiplin organisasi dan melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang diduga melanggar peraturan Partai.

’’Terkait permintaan mundur dari kader dan simpatisan, perlu Saya jelaskan bahwa Saya belum pernah menerima selembar surat apapun dari kader PKS yang meminta saya mengundurkan diri,” ungkapnya.

Hanya memang, diakui Fahri, pernah ada pembicaraan pribadi dengan Ketua Majlis Syuro PKS. Namun karena permintaan itu bersifat pribadi bukan keputusan lembaga atau institusi partai- maka ia juga telah memberikan tanggapan secara pribadi pula. ’’Terkait hal ini, saya akan menjelaskan secara lengkap pada kesempatan yang lain,” paparnya.

Tinggalkan Balasan