Suguhan Akrobatik Berujung Duka

keluarga korban pewawat jatuh
WS HENDRO/RADARMADIUN
KANGEN AYAH: Putra dari almarhum Letkol Pnb Marda Sarjono berbaring di samping foto ayahnya, kemarin(20/12
0 Komentar

Terkait beredarnya video amatir yang beredar di dunia maya, pihak TNI AU belum mau mengomentari. Pihaknya masih aka menunggu hasil resmi dari tim investigasi. ”Sumber percayakan kepada saya. Ini baru dalam proses penyidikan. Jangan percaya video amatir,” terangnya.

Sekedar diketahui, jika melihat tayangan video amatir yang banyak beredar, pesawat terlihat seperti kehilangan tenaga saat bermanuver ke atas. Berbeda dengan keterangan TNI AU yang mengatakan pesawat jatuh usai melakukan low pass (terbang rendah).

Sementara itu, pengamat penerbangan Dudi Sudibyo mengaku agak sulit dalam menganalisis penyebab jatuhnya pesawat saat melakukan akrobatik. Sebab, adegan-adegan berbahaya memang sengaja dilakukan untuk memberikan suguhan bagi yang menyaksikan.

Baca Juga:Mudik Nyetir Sendiri, Doyan Soto AyamBandung Jadi Target Bom

Namun, berdasarkan tayangan video yang dia lihat, kemungkinan adanya kerusakan mesin pada pesawat tersebut sangat kecil. Selain kondisi pesawat yang masih baru, dia juga tidak melihat adanya upaya pilot keluar melalui kursi lontar jika memang terjadi kerusakan. ”Karena waktu dan kesempatan untuk melakukannya cukup ada,” ujarnya kepada Jawa Pos (induk Bandung Ekspres).

Oleh karenanya, Dudi melihat musibah tersebut sebagai technically error. ”Dia melakukan manuver yang lux (istimewa), hanya jarak dengan daratan terlalu rendah, jadi tidak ada ruang untuk dia bisa mengudara lebih tinggi,” kata mantan Pemred Majalah Dirgantara Angkasa tersebut.

Hal senada juga disampaikan Presiden Federasi Pilot Indonesia, Kapten Hasfrinsyah. Menurutnya, sulit menganalisis penyebab jatuhnya pesawat akrobatik hanya melalui tayangan video. Sebab, melakukan aksi berbahaya hingga terbang rendah sudah menjadi makanan utama. ”Pilotnya juga benar-benar sudah terlatih,” ujarnya pilot yang sudah mengudara 38 tahun tersebut. Sementara kemungkinan rusaknya mesin sangat minim jika melihat usia pesawat yang baru dua tahun.

Terdengar Dengungan Keras Disusul Ledakan

Sementara itu, pesawat T50 Golden Eagle yang jatuh dalam rangkaian acara Gebyar Dirgantara Yogyakarta 2015 di Lanud Adisutjipto Minggu (20/12) mengundang perhatian dari masyarakat.

Mereka berbondong-bondong mendatangi TKP yang ada di ujung barat komplek AAU. Lokasi tersebut berbatasan langsung dengan Dusun Telogowono Tegaltirto Berbah Sleman.

Masyarakat yang gagal menonton pertunjukan kemudian lantas mendatangi kampung tersebut. Dengan susah payah mereka menyeberangi Kali Kuning untuk melihat bangkai pesawat.

0 Komentar