JABAR EKSPRES – Kondisi penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalur nasional Bandung–Garut kian memprihatinkan. Puluhan titik lampu penerangan dilaporkan rusak bahkan mati total, membuat jalan utama penghubung antardaerah itu berubah menjadi lintasan gelap yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas.
Situasi tersebut terlihat jelas terutama pada malam hari, ketika sebagian besar badan jalan hanya mengandalkan sorot lampu kendaraan dan cahaya dari bangunan sekitar.
Menanggapi kondisi itu, Pengamat Transportasi sekaligus Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menilai bahwa keselamatan transportasi darat di Indonesia telah berada pada fase darurat.
Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota
Menurutnya, tingginya angka kecelakaan serta fatalitas korban menjadi bukti bahwa aspek keselamatan belum menjadi prioritas utama dalam kebijakan anggaran pemerintah.
“Jika masalah ini terus diabaikan, masyarakat akan terus hidup dalam kecemasan dan harus mempertaruhkan nyawa setiap kali menggunakan moda transportasi darat,” katanya kepada Jabar Ekspres, Selasa (20/1).
Djoko menjelaskan, adanya efisiensi jangan sampai memangkas keselamatan, sebab PJU dinilai menjadi bagian dari keselamatan berkendara.
“Menteri Perhubungan jangan diam saja, namun hendaknya bertindak cepat supaya anggaran yang berkaitan dengan keselamatan transportasi tidak dipangkas, demi efisiensi anggaran dan segera diadakan kembali,” jelasnya.
Berdasarkan data Korlantas Polri tahun 2024, kelompok usia paling banyak terlibat kecelakaan lalu lintas adalah rentang 6–25 tahun (pelajar dan mahasiswa) dengan persentase 39,48 persen.
Sementara kelompok usia produktif 25–55 tahun mencapai 39,26 persen.
Dari sisi jenis kendaraan, kecelakaan didominasi sepeda motor sebesar 76,96 persen, disusul truk 10,53 persen, dan kendaraan umum 8,43 persen.
Adapun tren kecelakaan lalu lintas nasional dalam lima tahun terakhir menunjukkan fluktuasi tinggi: 2020: 101.496 kejadian, 2021: 105.860 kejadian (naik 4,3 persen), 2022: 139.422 kejadian (naik 31,7 persen), 2023: 150.491 kejadian (naik 7,9 persen), 2024: 145.599 kejadian (turun 3,2 persen).
Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA
Pantauan Jabar Ekspres di lapangan menunjukkan, kondisi gelap paling terasa di sepanjang By Pass Cicalengka hingga Parakanmuncang, berlanjut ke kawasan Rancaekek, Cipacing, hingga Cileunyi.
Di sepanjang jalur tersebut, sebagian besar tiang PJU hanya berdiri tanpa fungsi. Lampu yang masih menyala dapat dihitung dengan jari, sementara sisanya mati total.
