Sekolah Rakyat Kota Bogor Ditargetkan Mulai Dibangun Tahun Ini di Rancamaya, Tampung hingga 1.080 Siswa 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi (kiri) bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi (kiri) bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (tengah), serta pihak terkait lainnya saat meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Selasa (20/1/2026). Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan dapat mulai direalisasikan pada tahun 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mengatakan, kepastian itu menguat setelah adanya kunjungan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico, untuk meninjau langsung lokasi rencana pembangunan di kawasan Rancamaya pada Selasa (20/1/2026).

Denny menyampaikan, kunjungan tersebut juga merupakan agenda khusus Sekjen Kemensos untuk memastikan kesiapan lahan dan aspek teknis pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bogor.

Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota

“Ada kunjungan dari Kementerian Sosial, Pak Sekjen. Ini terkait peninjauan lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat. Barusan sudah berbincang-bincang secara teknis dan Alhamdulillah sudah ada solusi,” ujar Denny kepada awak media di Rancamaya Kota Bogor, Selasa (20/1/2026).

Pemkot Bogor, lanjut Denny, saat ini telah menyiapkan lahan seluas sekitar 5 hektare di kawasan Rancamaya. Saat ini, pemerintah daerah akan melakukan pengecekan lanjutan terkait kondisi dan kultur tanah sebelum memasuki tahap pematangan lahan.

“Tadi hitungannya 5 hektare. Kami akan cek nanti terkait kultur tanah yang ada di Rancamaya. Mudah-mudahan cepat terwujud dan bisa termanfaatkan oleh masyarakat Kota Bogor,” katanya.

Sementara itu, Sekjen Kemensos, Robben Rico menjelaskan, kunjungan bersama Kemensos, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Bogor dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus menyelaraskan tahapan pembangunan.

“Hari ini kami ingin memastikan lahan 5 hektare yang sudah disediakan oleh pemerintah Kota Bogor, termasuk proses pematangan lahan yang akan dilakukan oleh Pemkot Bogor dengan asistensi dari Kementerian PU,” ujar Robben.

Lebih lanjut, Robben mengatakan bahwa pihaknya juga menargetkan proses lelang pembangunan dapat dimulai paling lambat bulan Juni 2026, bahkan pekerjaan awal fisik juga diupayakan untuk bisa berjalan pada tahun ini.

“Kami akan kejar enam bulan ini supaya tahun depan, bulan Juli, Sekolah Rakyat ini sudah bisa digunakan oleh anak-anak Kota Bogor yang hari ini, sementara ini sekolah di Sekolah Rakyat yang ada di Cibinong, Kabupaten Bogor,” katanya.

0 Komentar