JABAR EKSPRES – Kabupaten Bandung Barat mendapat eksposur global setelah destinasi wisata alam di Kecamatan Cipatat menjadi lokasi syuting film Netflix Extraction Tygo yang dibintangi sejumlah aktor ternama Korea Selatan.
Keterlibatan kawasan wisata di Kecamatan Cipatat itu terungkap melalui unggahan produser Indonesia dari Nation Pictures, Delon Tio, di akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan tersebut tampak clapperboard bertuliskan “EXTRACTION TYGO” lengkap dengan detail produksi serta nama sutradara Lee Sang-yong. Film ini diproduksi oleh sejumlah rumah produksi internasional, di antaranya Big Punch Pictures, Nova Film, dan B&C.
Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota
Selain menampilkan clapperboard, foto lain memperlihatkan panorama matahari terbenam dengan latar perbukitan karst Cipatat. Lanskap tersebut menjadi salah satu kekuatan visual yang membuat Indiana Camp dipilih sebagai lokasi pengambilan gambar.
Pengelola Indiana Camp, Ikbal Kamal Pasya, mengatakan proses menuju penetapan lokasi syuting dimulai sejak awal November 2025 melalui tahapan survei oleh tim produksi Korea Selatan bersama vendor lokal Indonesia.
“Setelah beberapa kali survei, kepastian penggunaan lokasi baru ditetapkan pada awal Desember 2025. Sejak itu kami mulai melakukan penataan kawasan sesuai kebutuhan produksi,” ujar Ikbal, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, demi mendukung kelancaran produksi, Indiana Camp ditutup sementara mulai 27 Desember 2025 hingga rencana dibuka kembali pada 28 Januari 2026. Penutupan dilakukan untuk mengakomodasi proses persiapan lokasi yang memerlukan waktu cukup panjang.
“Pengambilan gambar hanya berlangsung selama lima hari, dari 18 sampai 22 Januari 2026. Justru yang memakan waktu lama adalah tahap penataan area agar sesuai dengan konsep cerita dan kebutuhan visual film,” katanya.
Ikbal menambahkan, pihak pengelola juga membantu menjaga kondisi lingkungan sekitar tetap kondusif selama proses syuting berlangsung, termasuk meminimalkan gangguan asap dari aktivitas industri kapur di sekitar kawasan.
“Kami membantu memfasilitasi komunikasi agar aktivitas tersebut dihentikan sementara. Hal ini penting karena asap sangat berpengaruh terhadap kualitas visual film,” jelasnya.
Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA
Dalam alur cerita, kawasan Indiana Camp akan digambarkan sebagai latar perkampungan sekaligus area berkumpulnya para karakter. Ikbal menilai kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi pengelola dan masyarakat sekitar.
