”Semua daerah rawan, tapi fluktuatif, mulai dari Karawang, Pangandaran, Tasikmalaya, dan Cianjur. Ini sesuai spesifikasi di daerahnya masing-masing dan terus diawasi,” urainya.
Kapolda menegaskan, tindakan tegas ini di antaranya langsung menembak di tempat kepada pelaku anarkis atau pelanggaran hukum. Sebab harus, sesuai dengan standard operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
”Kalau terjadi konflik sosial dan kerusuhan massa, tembak di tempat. Saya sudah perintahkan ini ke jajaran. Nggak main-main ini kalau anarkis melawan hukum. Tapi tentunya sesuai SOP,” tegasnya.
Baca Juga:Hujan Deras, Wilayah Bandung Barat Dilanda LongsorSerangan Balik, Setnov Laporkan Sudirman Said
Pada masa tenang menjelang pemungutan suara, kata Kapolda, Polda Jabar beserta jajarannya meningkatkan patroli dan mengawal pendistribusian logistik pemilihan ke TPS.
Pilkada Serentak 2015 di Jawa Barat ini, katanya, diamankan oleh 10 wilayah polres. Di wilayah hukumnya, Polda Jabar mengamankan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2015 di 7 kabupaten atau kota dan akan terus memantau untuk pelaksanaan Pilkada Serentak 2015 pada 9 Desember.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, siap menggelar Pilkada Serentak di 8 kabupaten kota di Jawa Barat. Antisipasi terus dilakukan dengan cara menyelesaikan secara langsung gejala konflik atau masalah. ”Saya mengimbau kepada warga Jawa Barat untuk menyukseskan Pilkada Serentak dengan berbondong-bondong datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Pilihlah pasangan yang dirasa cocok,” katanya.
Heryawan mengungkapkan, warga Jawa Barat sudah dewasa untuk berdemokrasi. Sehingga tidak khawatir jika politik uang terjadi di Jawa Barat.
Dirinya yakin warga tidak akan terpengaruh dengan ajakan untuk memilih salah satu pasangan calon dengan memberikan uang.
”Kalaupun ada, money politic paling akan berpengaruh sangat sedikit di Jawa Barat. Para pelaku money politic tidak usahlah menggunakan itu, masyarakat Jabar sudah pintar,” pungkasnya. (adv/yul/rie)
