Namun janji-janji yang ditunggu Mbah Suma tak kunjung terealisasi. Pada tahun 1982, dia bersama keluarganya tertarik untuk ikut transmigrasi ke Pasir Pangarayan. Yang mana pada masa itu program transmigrasi sedang gencar dilakukan Presiden Soeharto. Berharap hidup yang layak denga penghasilan layak, Mbah Suma akhirnya memilih untuk pindah ke Pekanbaru pada tahun 1992 silam.
Sudah 23 tahun terakhir Mbah Suma menghabiskan masa tua di Kota Pekanbaru. Tepatnya di Jalan Tengku Perkasa, Kelurahan Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai. Tinggal di pedalaman Rumbai dan menghuni rumah kayu, Mbah Suma sehari-harinya bekerja sebagai pembongkar tanah timbun. Namun belakangan dikarenakan faktor usia tidak lagi bekerja. Hanya saja sesekali menerima bantuan dari ketujuh orang anaknya yang juga hidup tidak terlalu berkecukupan.
Roswati, 45, putri ketiga Mbah Suma, menyebutkan saat semenjak tinggal di Pekanbaru belum pernah mendapatkan bantuan. Namun baru hari ini mendapatkan bantuan sebuah rumah yang diberikan oleh Wali Kota Pekanbaru Firdaus St Mt yang penyerahannya diwakilkan oleh Camat Rumbai Zulhelmi Arifin Sstp Msi.
Baca Juga:RJ Lino Datangi BareskrimTerburuk soal Beri Kejutan
Senin (9/11), Kecamatan Rumbai beserta Danramil Rumbai dan Rumbai pesisir Mayor S Tarigan mendatangi Rumah Mbah Suma. Atas bantuan tersebut, Mbah Suma bersama istri sempat menangis haru mendengar dirinya mendapatkan bantuan sebuah rumah layak untu ditinggali.
Saat ini, rumah layak untuk mbah Suma sudah dikerjakan. Fondasi rumah sudah mulai terbentuk. Sehingga nanti ketika sudah selesai diharapkan dapat menjadi suatu tempat tinggal yang baik untuk Mbah Suma dan keluarga. Selain itu nantinya, Mbah Suma juga akan diperjuangkan status veterannya. Dikarenakan saat ini Mbah Suma tersendiri belum terdaftar sebagai veteran di daerah Riau.’’Saya sudah coba bincang sama pak Danramil, nantinya akan diurus bersama. Bagaimana hasilnya nanti doakan saja,” pungkas Camat. (cr2/vil)
