Chanel Preston, salah seorang performer film dewasa, juga mengakui bahwa Los Angeles adalah ibu kota industri hiburan berkategori XXX itu. ”Memang banyak (industri sejenis) yang mati di daerah lain, terutama pada 2010. Namun, di sini beda,” ucapnya merujuk pada San Pornando Valley. ”Terus berkembang,” imbuhnya.
Perubahan yang paling mencolok adalah hubungan kerja studio dengan para performer. Kini mereka semua berstatus freelancer. ”Semua performer bekerja untuk diri mereka sendiri. Jadi, fee-nya per project,” ungkap pria yang pada usia 54 tahun masih tegap itu.
Performer lainnya, Aiden Starr, menambahkan, untuk tiap proyek, dirinya harus selalu pintar-pintar bernegosiasi soal bayaran. ”Kalau tidak puas dengan jumlahnya, tentu kami tidak akan meneruskan profesi ini,” tutur perempuan yang kini juga menjadi bintang di www.VividRadio.com, salah satu divisi Vivid Adult Entertainment itu.
Baca Juga:Nikita Mirzani Heboh Tunjukkan Buah Dada di IGPelaku CP Diketahui Kerap Pakai Kecubung
Aiden tak mau menyebutkan nominal pastinya. Tapi, karena tergolong bintang kelas A, dia bisa mengantongi sekitar USD 200 ribu (Rp 4,6 miliar) per tahun. Adapun untuk bintang dengan nama lebih besar seperti Jenna Jameson, bayarannya bahkan bisa mencapai USD 2 juta (Rp 26 miliar) per tahun.
Industri hiburan dewasa mengenal grade untuk para performer-nya. Yakni, A, B, dan C. Tapi, kategorisasi itu fleksibel. Bayaran aktris yang tergolong kelas B, misalnya, bisa meningkat kalau berani melakukan adegan”ekstrem”.
Itu pun masih terbagi lagi dalam sejumlah kategori. Para pemeran perempuan mendulang duit lebih banyak ketimbang kolega pria mereka. Untuk sebuah adegan ekstrem, pemeran perempuan bisa mendapat USD 2.000 (Rp 26 juta) per scene.
Atau, jika ingin pendapatannya lebih pasti, seorang performer bisa menandatangani kontrak dengan studio. Jumlah uang yang dikantongi bervariasi, bergantung kelasnya. Namun, rata-rata nilai kontrak pemeran perempuan mencapai USD 60 ribu (Rp 900 juta) per tahun.
Yang diterima pemeran pria lebih sedikit. Untuk yang newbie, mereka kadang hanya mendapat USD 100 (Rp 1,3 juta) tiap scene. Sedangkan yang masuk kategori standar mencapai USD 300 (Rp 3,9 juta) hingga USD 400 (Rp 4,5 juta). Para aktor film panas tersebut rata-rata per tahun mendapat USD 40 ribu (Rp 450 juta).
