Ini Alasan Jalan Cikapundung Timur Berubah Nama

Taman cikapundung timur
ASRI: Taman di Jalan Cikapundung Timur didatangi masyarakat yang ingin bersantai. Jalan tersebut bakal berganti nama menjadi Jalan Sukarno oleh Pemerintah Kota Bandung.
0 Komentar

bandungekspres.co.id – Pahlawan nasional, khususnya proklamator, kerap dijadikan nama jalan untuk menghormati jasa mereka. Tak terkecuali Jalan Cikapundung Timur yang akan diubah namanya menjadi Jalan Sukarno. Peresmian tersebut bakal dilangsungkan bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November mendatang.

Dipilihnya nama Sukarno untuk Jalan Cikapundung Timur, karena lokasinya berdekatan dengan Gedung Merdeka tempat presiden pertama Indonesia ini mendunia. ’’Itu berdasarkan kajian, usulan masyarakat, juga aspirasi dan persetujuan dewan. Insya Allah, Jalan Cikapundung Timur akan diresmikan menjadi jalan Sukarno, 10 November nanti,’’ ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Balai Kota, kemarin.

Pria yang akrab disapa Emil ini menuturkan, penggunaan Sukarno, bukan Soekarno, dikarenakan Sukarno lebih menyukai namanya dengan memakai huruf ’’u’’ ketimbang ditulis menggunakan ’’oe’’. Hal tersebut terdapat dalam sebuah buku yang sempat dibaca Emil juga dipertegas dengan pernyataan dari Guruh Soekarnoputra, anak sang proklamator.

Baca Juga:Hapus Pasal PPJUAHM Hadirkan Varian Warna Baru New Honda Sonic 150R dan New Honda Scoopy eSP

’’Kenapa memakai nama Sukarno? Itu karena pak Sukarno pernah berkata, ada dalam buku bahwa saya tidak suka namaku dengan ’’oe’’, karena itu cara menulis nama saya harus Sukarno pakai ’’u ’’. Tapi karena tandatanganku dulu sudah terlanjur pake ’’oe’’, maka saya tidak bisa merubah tandatanganku. Itu kata Bung Karno dalam sebuah buku dan dipertegas oleh pak Guruh,’’ terang Emil.

Pemilihan Jalan Cikapundung Timur ini, pihaknya tak melihat sisi jaraknya sepanjang 200 meter. Namun lebih pada penghormatan terhadap sosok sang proklamator yang sangat lekat dengan Gedung Merdeka. Pergantian nama ini pun dituangkan dalam surat keputusan wali kota. ’’Nanti pakai surat keputusan saya, tapi sudah dikonsultasikan dan ada persetujuan dewan,’’ tukasnya.

Saat ini, Cikapundung Timur sudah menjadi pedestrian alias tidak bisa dilewati kendaraan, nantinya meski berganti nama Sukarno pun akan tetap seperti itu. (edy/vil)

0 Komentar