Namun demikian, potensi wisata yang ada di pulau ini hingga saat ini belum dikelola dan dimanajemen dengan baik. Sampah menjadi salah satu masalah yang ada di kawasan ini saat ini. Dengan banyaknya pengunjung yang datang ke Pulau Tikus, berbanding lurus dengan meningkatnya sampah yang ditinggalkan pengunjung, khususnya sampah anorganik.
“Lokasi di sini sangat unik dan bagus, namun belum dikelola dengan baik. Salah satunya adalah permasalahan sampah. Kami selaku pengunjung bingung mau membuang sampah dimana. Sementara di sana-sini banyak bekas tumpukan pembakaran sampah,” ungkap Astri, salah satu pengunjung.
Selanjutnya, mengingat potensi yang dimiliki Pulau Tikus, Astri menambahkan harusnya pemerintah bisa mengelola kawasan ini secara profesional. Sehingga keberadaan Pulau Tikus dan potensinya bisa memberikan manfaat bagi daerah, khususnya pariwisata.
Baca Juga:Langit Cerah, Udara Mulai MembaikPantang Main Boring
“Kalau memang lokasi ini akan dijadikan lokasi wisata, harus dikelola dengan baik. Beberapa fasilitas wisata perlu dilengkapi, seperti toilet umum, kantin, kamar ganti, dan tempat duduk seperti pondok,” ungkapnya.
Sementara aktivis Walhi Bengkulu Feri Vandalis menuturkan, dalam 10 tahun terakhir kondisi Pulau Tikus memang banyak berubah. Perubahan dari segi potensi wisata, memang berada dalam tingkat sedang digandrungi.
Hanya saja, potensi wisata yang ada di Pulau Tikus ini, akan berdampak negatif apabila tidak dikelola dengan baik.
“Kalau dulu sampah yang ada di pulau ini hanyalah sampah organik dari daun yang gugur atau pohon yang patah. Namun saat ini ramainya pengunjung yang meninggalkan sampah anorganik, seperti bungkus makanan ringan, plastik dan bungkus rokok, kaleng minuman, dan lainnya. Ini kalau tidak diambil langkah pencegahan, akan berdampak buruk atas kondisi pulau,” ungkapnya.
Ditambahkan Feri, pemerintah sejatinya harus merespon kondisi kawasan ini. Kalau memang akan dimanfaatkan potensi wisatanya, maka pengelolaan yang baik harus dilakukan. “Jangan sampai pariwisata malah membunuh konservasi yang ada di kawasan. Di sinilah peran pemerintah ditunjukkan,” tandas Feri. (**)
