Maman menambahkan, dengan akik oncom menjadi mas kawin diharapkan menjadi kenangan spesial di hari pernikahannya. Apalagi kemungkinan besar kejadian ini merupakan pertama kali, dimana batu akik oncom dijadikan mas kawin oleh mempelai prianya. ”Dalam prosesi pernikahan Yudha ini memang jarang dilakukan pasangan pengantin lainnya. Maka dari itu, saya sangat mengapresiasi langkah yang diambil untuk memasukan batu oncom dalam mas kawinnya,” bebernya.
Diutarakan Maman, batu akik oncom yang dijadikan mas kawin sudah barang tentu terjamin dari segi kualitasnya dan itu diperkuat dengan hasil laboratorium. Hal itu perlu dilakukan bahwa batu akik oncom memang berkualitas dan bisa disejajarkan dengan jenis batu permata lainnya. ”Menilai harga sebuah batu akik sangat sulit, bahkan nilainya akan lebih tinggi jika dijadikan mas kawin dalam sebuah perkawinan,” jelasnya.
Secara keseluruhan dari hasil laboratorium IGS di Jakarta, batu akik yang berasal dari Kabupaten Bandung Barat secara kualitiatif sejajar dengan batu akik dari wilayah lain yang sudah lebih dahulu terkenal. Dengan begitu, maka batu akik Kabupaten Bandung Barat memiliki harapan secara ekonomi bagi peningkatan ekomomi masyarakat. ”Adanya potensi yang sangat besar dalam batu akik, kami sebagai birokrat maupun sebagai asosiasi akan mendorong berkembangnya ekonomi kreatif di Bandung Barat,” urai Maman. (fik)
