Air Purifier Jadi Senjata Sementara
Selain persiapan evakuasi masyarakat terdampak asap ke kapal-kapal yang disiapkan, Kementerian Sosial (Kemensos) juga menyiapkan sejumlah shalter penampungan. Shalter dibuat dengan memanfaatkan sejumlah gedung kantor milik Kemensos di tujuh provinsi terdampak.
Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawangsa menyebutkan, kelengkapan untuk menyambut para pengungsi telah disediakan. Mulai dari makanan, dapur umum lapangan hingga konselor untuk trauma healing di lokasi. ”Jadi kalau memang diperlukan (mengungsi), infrastruktur, semua sudah siap,” tuturnya saat ditemui usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Polhukam di Jakarta, kemarin (23/10).
Tapi, ada kendala besar dalam penyiapan shalter ini. Yakni penyiapan ruangan agar bisa meminimalisir asap yang masuk ke ruangan.
Baca Juga:Meski Tipis, Bandung Juga Terdampak Kabut AsapBPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama dengan Bank BJB
Menurutnya, untuk menciptakan kondis tersebut diperlukan alat pembersih udara (air purifier). Oleh karenanya, pemerintah memutuskan menggandeng akademisi untuk pemenuhan air purifier ini.
Dalam misi ini, ahli membrane dari Institut Teknologi Bandung (ITB) I Gede Wenten yang diberi mandate untuk memenuhi kebutuhan air purifier. Khofifah menyebut, satu provinsi sekurangnya memerlukan 1.000 air purifier. Sehingga, bila ditotal, pemerintah membutuhkan 7.000 alat pembersih udara. ”Ini untuk dipasang di titik-titik pengungsian yang kita siapkan,” ungkap Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Predisen almarhum Abdurrahman Wahid itu.
Ditemui dalam acara yang sama, I Gede Wenten mengemukakan bila pihaknya bersama sejumlah donator sudah berniat mengirim alat seharga USD 20 atau Rp 272.600 itu. ”Lalu tiba-tiba saya dihubungi pemerintah untuk membicarakan hal ini. Tentu ini hal yang baik,” tuturnya.
Wenten menuturkan, pemerintah meminta dalam jumlah yang cukup banyak. Meski belum ada hitungan pasti, namun Mensos telah menyebut angka untuk kebutuhan shalter pengungsi. Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayanan (Mendikbud) Anies Baswedan juga meminta alat dapat disediakan untuk sekolah-sekolah. ”Ada 187.217 kelas tadi yang disebut oleh Mendikbud. Kami siap saja. Tapi tentu tidak bisa langsung. Minggu depan, kami bisa upayakan sebanyak 10 ribu yang siap,” jelasnya.
Menurutnya, alat ini akan sangat membantu masyarakat di sana. Apalagi, teknologi membran yang diadopsi dalam alat yang bisa menyaring partikel hingga ukuran level molecular. Sehingga mampu menghasilkan udara bersih kembali.
