Asep menjelaskan, awal dari pembudidayaan jamur sengaja dibuat untuk pemuda yang putus sekolah. Agar para pemuda bisa mandiri dan tidak lagi menggantungan diri kepada oranglain. ”Selanjutnya mereka dapat memiliki pekerjaan dan penghasilan yang tetap,” tuturnya.
Menurutnya, di Kecamatan Cisarua banyak pemuda putus sekolah yang belum mempunyai keterampilan dan pekerjaan yang tetap. Selama ini, para pemuda tersebut sering berkumpul tidak jelas dan tidak bermanfaat. Hal itu, cukup meresahkan masyarakat.
”Alhamdulillah, para pemuda bisa bekerja dan bisa sejahtera sekarang,” katanya. Dia berharap, ke depannya budidaya jamur ini bisa terus berkembang dan bisa lebih banuak menyerap lapangan pekerja. (Mg5/fik)
