oleh

Sulit Pantau Pencemaran Polusi

[tie_list type=”minus”]KLH KBB Klaim Kualitas Udara Masih Normal[/tie_list]

NGAMPRAH – Bandung Barat masih belum anggarkan dana untuk miliki alat pantau udara. Padahal di sejumlah wilayah di Bandung Barat menjadi kawasan industri yang menyumbang polusi udara paling banyak.

Pekerja Pabrik
Fajri achmad nf/bandung ekspres

SUMBER POLUSI: Seorang pekerja tambang saat melakukan pembakaran untuk mengelola batuan yang ditambang dari sekitar Kabupaten Bandung Barat baru-baru ini.

Menurut Kepala Kantor Lingkungan Hidup Apung Hadiat Purwoko, untuk memiliki alat tersebut terkendala siapa yang akan mengadakannya. ”Kami masih mendiskusikan antara ini tugas dari kami (KLH) atau Dinas Perhubungan (Dishub). Sebab, ada beberapa kriteria yang ada masuk juga di Dishub,” ucapnya kepada Bandung Ekspres kemarin (25/9).

Pihaknya dan Dishub masih belum menyepakati pengadaan alat tersebut. Sehingga, pengadaan alat belum bisa dianggaran pada Anggaran Perubahan. Bahkan, di tahun depan pun masih belum dianggarakan.

Menurutnya, untuk pengadaan alat, harus benar-benar efektif dan efisien. Dia mengatakan, polusi udara di Bandung Barat, ditimbulkan dari kendaraan bermotor dan pertambangan. Terutama di wilayah perkotaan, di sanalah yang menyumbang polusi udara.

”Kalau pun nanti KLH yang akan mengadakan, alat tersebut akan dipasang di wilayah perkotaan, seperti Padalarang dan Ngamprah,” tuturnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga