Ramadan, Konsumsi Melonjak

MERANGKAK NAIK: Harga sembako terus mengalami kenaikan selama Ramadan. Kenaikan tersebut diprediksi berlipat jelang lebaran.[/caption]

”Diperkirakan, kenaikan konsumsinya mencapai 30 persen. Selain itu, sudah menjadi hukum pasar bahwa saat menjelang puasa dan Lebaran tiba, harga barang-barang menjadi naik karena sisi permintaan yang meningkat. Karena itu, industri harus siap memasok,” ujar Menteri Perindustrian Saleh Husin setelah membuka Bazar Lebaran di kantornya kemarin.

Meski demikian, Saleh menilai, pemenuhan kenaikan permintaan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan stok. Tetapi, perlu didukung pendistribusian yang efisien. ”Dari sisi industri, siap memasok dan mendistribusikan secara cukup kebutuhan selama puasa dan Lebaran. Dengan begitu, meningkatnya permintaan bisa dipenuhi,” ungkapnya.

Dia menegaskan, seluruh pelaku industri siap memenuhi tingginya permintaan. Secara umum, dia mencontohkan, pasokan makanan dan minuman olahan mencukupi selama puasa dan Idul Fitri. Karena itu, dia yakin harga produk industri stabil. ”Masyarakat diminta tidak perlu khawatir dalam menyetok kebutuhan Lebaran,” tegasnya.

Seperti biasa, barang-barang industri, terutama yang produknya termasuk kebutuhan pokok seperti minyak goreng, tepung terigu, tepung tapioka, gula kristal putih hingga gula rafinasi, mengalami peningkatan permintaan. ”Itu biasa terjadi menjelang Ramadan. Banyak industri, baik besar maupun kecil, menambah kapasitas produksi,” katanya.

Peningkatan permintaan mengakibatkan kenaikan harga sejumlah produk industri kebutuhan pokok. Saleh menganggap bahwa selama ini kenaikan harga masih wajar. ”Sudah menjadi hukum pasar bahwa saat menjelang puasa dan Lebaran tiba, harga barang-barang konsumsi menjadi naik karena sisi permintaan yang meningkat,” ungkapnya.

Kemenperin juga berupaya menekan kenaikan harga minyak goreng melalui bazar. Dalam kegiatan rutin tahunan itu, Saleh bekerja sama dengan Sinar Mas Grup untuk menjual minyak goreng murah. Kemenperin berharap industri lain bisa turut serta. ”Meski harga murah, kualitas terjaga,” jelasnya.

Direktur Sinar Mas Suhendra Wiriadinata menambahkan, pihaknya menjual minyak goreng murah kepada masyarakat sebanyak 5.000 liter dengan harga Rp 9.000 per liter. Program tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat untuk menghadapi tren kenaikan harga. ”Kami menyalurkan minyak goreng dengan harga yang lebih murah. Di pasaran telah mencapai Rp 15.000 per liter. Kami jual Rp 9.000 per liter,” jelasnya. (wir/c22/agm/rie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *