oleh

Buang Peluang Menang

[tie_list type=”minus”]Argentina 2 v Paraguay 2 [/tie_list]

LA SERENA – Argentina melanjutkan “penyakit” lamanya di Copa America 2011. Start kurang bagus kembali dibukukan La Albiceleste dalam laga pembuka melawan Paraguay di Estadio La Portada, La Serena, Minggu pagi kemarin WIB (14/6). Argentina ditahan 2-2 oleh Paraguay.

Lionel Messi
Lionel Messi

Padahal, dengan memainkan skuat full bintang-bintang terbaiknya, Argentina seharusnya bisa mendapatkan hasil maksimal. Apalagi, ketika menilik impresifnya penampilan skuad asuhan Gerardo ”Tata” Martino itu sepanjang babak pertama yang tampil menggila lewat 75 persen penguasaan bola dan 7 shots on goal berbanding nol!

Nyatanya, hanya dengan bermodalkan wejangan di dressing room pada jeda babak kedua, Paraguay mampu membalikkan performa apik Argentina tersebut. Padahal, sebelum jeda babak pertama, Argentina sudah lebih dulu leading dari gol Sergio Aguero pada menit 29 plus eksekusi penalti Lionel Messi tujuh menit kemudian.

”Ramon (Diaz, pelatih Argentina, Red) berkata kepada kami, jangan panik, masih ada kans di babak kedua. Pada babak kedua kami sudah yakin bisa menyulitkan Argentina,” ujar pemain gaek Paraguay, Roqie Santa Cruz, sebagaimana dikutip dari situs resmi Copa America.

Benar saja. Los Guaranies — julukan Paraguay— seakan mengubah Argentina jadi tidak berkutik. Perubahan yang dilakukan Diaz adalah dengan cara memaksimalkan sisi kanan dan kiri lini serangnya untuk menusuk pertahanan Argentina. Sebaliknya, di sisi tengah, trio Richard Ortiz, Victor Caceres dan Nestor Ortigoza meredam serangan Argentina.

Statistik Whoscored menunjukkan sisi sayap kiri Paraguay yang diisi Nelson Valdez-lah yang paling dominant. Persentasenya bisa mencapai 40 persen. Dari Valdez jugalah gol pertama Paraguay hadir pada menit ke-60, dan kemudian diakhiri Lucas Barrios di menit 90.

Bomber berusia 33 tahun tersebut menganggap faktor luck juga ada di balik satu angka ini. ”Kami beruntung bisa mendapatkan dua kali keberuntungan, mulai dari membuat skor menjadi 1-2, lalu pada akhirnya menyamakan kedudukan di menit akhir. Ini hasil spesial bagi kami,” tuturnya.

Paraguay punya kans menyegel tiket ke perempat final apabila mampu mengalahkan Jamaika pada laga kedua Grup B. Rabu pagi mendatang (17/6). Sebaliknya, Argentina harus menjalani laga berat menghadapi juara bertahan Uruguay. Kemarin, Uruguay bisa mengalahkan Jamaika 1-0 lewat gol Cristian Rodriguez pada menit ke-51.

Secara terpisah, pelatih Argentina Tata Martino kecewa dengan penampilan pemainnya di babak kedua. Dikutip dari FourFourTwo, Tata mengakui anak asuhnya mengalami penurunan konfidensi. Sehingga, pada babak kedua permainan Argentina cenderung lebih melemah.

Kunci kegagalan itu dimulai pada menit ke-55. ”Setelah itu, kami sering bermain ragu-ragu. Kami tidak bisa menguasai pressure seperti yang sudah kami lakukan pada babak pertama. Kami juga tidak bisa memecahkan taktik berbeda yang dilakukan Paraguay,” ungkapnya.

Untuk membalas kegagalan menuai tiga angka pertama ini, Tata menegskan tidak akan banyak melakukan perubahan. Yang dia inginkan dari para pemainnya adalah bermain dengan mempertahankan kontrol pertandingan. Sedangkan untuk gaya bermain, mantan pelatih Barcelona itu menganggap tidak ada yang perlu diubah.

”Saya tidak yakin dengan mengubah bentuk permainan kami bisa menang. Setidaknya kami akan terus mencoba. Untuk sementara kami tidak akan bicara sampai di mana tim ini melaju, perempat final, semifinal atau bahkan juara. Pertama, kami harus mampu mengendalikan permainan terlebuh dahulu,” ungkap mantan pelatih timnas Paraguay di Piala Dunia 2010 dan Copa America 2011 itu.

Di sisi lain, Messi akhirnya bisa memberikan kontribusi nyata di papan skor dalam Copa America ini. Sekalipun hanya lahir dari titik putih. Gol tendangan penaltinya itu didapat setelah Angel di Maria diganjal oleh Miguel Samudio di kotak terlarang. Itu adalah gol dari titik putih keenam Messi sepanjang tahun 2014-2015 ini.

Lima lainnya di level klub bersama Barcelona. Selain itu, gol tersebut juga menjadi yang pertama darinya sejak November silam, artinya sudah lebih dari enam bulan La Pulga tidak mencetak gol untuk timnas Argentina. Kepada situs Playfutbol, Messi menyatakan permintaan maafnya atas kegagalan tiga angka ini.

Sebaliknya, Messi menganggap satu angka ini lahir karena permainan Argentina masih belum panas. ”Dan kami sejak dari laga ini sudah memikirkan bagaimana permainan tim lawan kami berikutnya, Uruguay, dan harus meningkatkan beberapa sisi. Ini masih laga awal, dan akan berlanjut lebih baik lagi,” tegasnya. (ren/rie)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga