Bulog Jabar Sidak

Segera Lakukan Geser Stok dari Pantura

GEDEBAGE – Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Jawa Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog Jawa Barat di Kota Bandung. Sidak ini dilakukan bersama tim terpadu Disperindag, Distan KP, dan BKP Jabar.

Kepala Divre Bulog Jabar Alip Afandi mengatakan, stok beras aman untuk tiga bulan ke depan. Stok diperkirakan akan semakin berlimpah karena sejumlah daerah mulai memasuki masa panen. ’’Stok yang di Bandung saja masih mencapai 15.000 ton,’’ jelas dia kepada wartawan di Gudang Bulog Jabar, Jalan Gedebage Selatan Nomor 19, kemarin (23/2).

Menurut dia, Bulog sedang melakukan geser stok, dari gudang Bulog yang berada di wilayah Pantura. Seperti, Cirebon, Indramayu dan Subang. Stok itu akan dialihkan ke gudang di wilayah yang belum panen. Seperti, di Kota Bandung, Cianjur dan Ciamis.

Pengosongan gudang di Pantura dilakukan, karena wilayah Pantura memasuki masa panen. Stok dipastikan akan berlipat usai panen. ’’Kami siap tampung seluruh beras dari petani,“ tandasnya.

Bulog Jabar, kata dia, menargetkan penyerapan beras tahun ini sebesar 400.000 ton. Target tersebut optimistis bakal tercapai mengingat produksi beras pada tahun ini diperkirakan akan sangat bagus. Namun, demi mengendalikan harga beras, pihaknya mengandalkan raskin yang telah mulai disalurkan sejak Januari lalu. Selain raskin, pihaknya juga akan mengandalkan Operasi Pasar (OP) untuk beras. Hingga kini, baru Bandung yang telah melakukan OP. Menyusul, Bekasi, Karawang, Bogor, Depok, dan Ciamis.

Pihaknya pun telah mendorong kabupaten dan kota untuk segera mengajukan OP beras. Permohonan pengajuan dapat langsung disampaikan kepada subdivre Bulog. ’’Kabupaten dan Kota bisa mengajukan OP meski harga beras baru naik 5 persen hingga 10 persen. Bulog akan menggelar OP langsung di pasar-pasar tradisional,’’ ujarnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan KP) Kota Bandung akan membantu menstabilkan harga beras dengan melakukan operasi pasar. Tentunya berkordinasi dengan bulog.

Kepala Distan KP Kota Bandung Elly Siti Wasliah mengatakan, kemarin (23/2) pihaknya membuat surat permintaan operasi pasar. Adapun operasi pasar akan dimulai besok (25/2). Selain itu, setiap hari pihaknya akan mengeluarkan satu ton beras. ’’Kita akan operasi pasar di lima pasar. Pertama, daerah timur Pasar Ujungberung, tengah Kosambi, barat Pasar Andir, utara itu Sederhana, dan selatan Kircon’’ jelas dia di Balai Kota Bandung kemarin (23/2).

Mengenai harga, Distan KP akan menjual beras jenis medium dengan harga Rp 7.400 per kilogram. Pasalnya, jenis beras tersebut sudah menembus angka Rp 10.000 per kilogram. Beras yang tersebar di Kota Bandung yang berasal dari Pantura, Indramayu, Subang dan Cirebon.

Sedangkan, mengenai masalah mafia beras yang saat ini digembar-gemborkan, memang belum terlihat tanda-tandanya. Namun, Elly menegaskan bahwa stok beras di bulog Bandung dalam kondisi aman hingga empat bulan ke depan. (mg8/fie/tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.