oleh

Basarnas Kerja Keras

JAKARTA – Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) gabungan kembali mencoba untuk mengangkat bodi pesawat AirAsia QZ8501 dari dasar Selat Karimata. Upaya itu dilakukan kembali kemarin (8/2), setelah sebelumnya telah dicoba pada Januari lalu.

Usaha pengangkatan badan pesawat tersebut dilakukan setelah tim penyelam gagal menemukan jenazah dalam operasi kemarin. Tim akhirnya mengubah taktik dengan berusaha mengangkat badan pesawat jenis air bus itu. Tim Basarnas berkeyakinan, masih banyak jenazah yang terjepit dalam bodi pesawat yang jatuh pada akhir tahun lalu itu.

Namun hingga petang, usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Para penyelam belum berhasil memasang empat lifting bag yang disiapkan pada body pesawat. Hal itu dikarenakan banyaknya lumpur dan serpihan pesawat yang menghalangi jarak pandang. Ditambah dengan kuatnya arus bawah yang mencapai 5 knot.

’’Penyelaman hari ini (kemarin) nihil. Jumlah jenazah yang dievakuasi masih sama seperti kemarin,’’ ujar Kasubag Humas dan Media Basarnas Yusuf Latif saat dihubungi kemarin.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, tim yang berada di KN Purworejo, KN Pacitan dan Kapal Crest Onyx masih terus siaga untuk menunggu cuaca bersahabat. Rencananya, mereka akan kembali melakukan penyelaman jika cuaca telah membaik.

Sementara itu, ekor dan serpihan pesawat telah dibawa ke Jakarta kemarin pagi. Ekor dan serpihan diangkut dengan menggunakan Kapal Kumba milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Berbeda dengan hasil nihil dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Tim SAR di Sulawesi justru mendapat banyak temuan. Meski bukan jenazah, tim SAR berhasil medapat laporan dari nelayan tentang temuan beberapa bagian pesawat. Salah satunya, serpihan berupa sayap pesawat di daerah Donggala, Sulawesi Tengah.

Makin banyaknya temuan di Sulawesi tersebut, membuat tim SAR yang dikomandani oleh tim SAR Sulawesi Selatan memperluas wilayah pencarian. Jika sebelumnya, hanya di sekitar perairan perbatasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, maka area diperluas hingga Palu, Sulawesi Tengah.

Diakui Yusuf, meski fokus pencarian Basarnas adalah jenazah korban, namun serpihan ini pun penting untuk diamankan. Sebab, serpihan juga akan turut membantu proses penyidikan yang dilakukan oleh tim Komisi Nasional Keselamatan Nasional (KNKT). ’’Sebelumnya juga banyak jenazah yang ditemukan di sana (Sulawesi). Terbawa arus sampai sana,’’ ungkapnya. (mia/end/tam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga