Libur Panjang Kawasan Lembang Diprediksi Ramai, Waspada Penularan Covid-19

Libur Panjang Kawasan Lembang Diprediksi Ramai, Waspada Penularan Covid-19
PADAT MERAYAP : Sejumlah kendaraan memadati jalur wisata Jalan Raya Lembang, Cikole, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (18/7). Memasuki H+1 Hari Raya Idul Fitri sejumlah tempat wisata dikawasan dataran tinggi menjadi salah satu pilihan untuk mengisi liburan. Fajri Achmad NF. / Bandung Ekspres
0 Komentar

LEMBANG – Masyarakat bakal menikmati libur panjang sejak Rabu (28/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020) atau selama lima hari. Jumlah kunjungan wisatawan ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat pun diprediksi bakal mengalami peningkatan.

“Libur panjang nanti diprediksi akan ada peningkatan karena momennya libur panjang, hanya peningkatannya berapa banyak belum tahu,” ungkap KBO Satlantas Polres Cimahi Iptu Erin Heriduansyah, Kamis (22/10).

Wisatawan yang menikmati libur di kawasan wisata Lembang didominasi oleh wisatawan asal Jakarta, Bekasi, Depok, bahkan Jawa Tengah.

Baca Juga:Rumah Kontrakan di Bantaran Sungai Citepus Kec Cicendo, Ambruk, 23 Jiwa Kehilangan Tempat TinggalKeberadaan Biro BUMD dan Investasi Pemprov Jabar Tidak Memiliki ‘Taring’, Fungsi Pengawasan Perlu Ditingkatkan

Namun beberapa bulan belakangan kunjungan ke objek wisata Lembang mengalami penurunan yang sangat signifikan lantaran terdampak pandemi Covid-19.

“Beberapa bulan belakangan memang ada penurunan, lalu naik lagi, tapi kembali turun. ini dampak dari pandemi Covid-19. Beberapa kali akhir pekan, arus wisata di Jalan Lembang itu lancar, kalaupun ada kepadatan, tidak sampai menyebabkan penumpukan kendaraan,” katanya.

Sementara Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mendorong munculnya destinasi wisata baru untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sebab selain menjadi salah satu penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor wisata juga bisa menyerap tenaga kerja dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Selain industri pengolahan dan pertanian, sektor wisata ini menjadi penyumbang paling besar terhadap PDRB. Makanya pemerintah daerah akan mendukung kehadiran destinasi wisata yang turut andil dalam pemberdayaan masyarakat sekitarnya,” tuturnya.

Namun selama pandemi Covid-19, dirinya mengakui sektor wisata sangat terpukul. Buktinya, kunjungan wisatawan ke objek wisata di KBB terutama di Lembang hanya menyisakan 15 persen dari kondisi normal.

“Jelas sangat terdampak, sekarang wisata jadi agak sepi. Mungkin hanya menyisakan 15 persen kunjungan, faktornya jelas karena pandemi ditambah dengan PSBB Jakarta. Karena mayoritas wisatawan ke Lembang kan dari Jabodetabek,” jelasnya. (mg6/yan)

0 Komentar