oleh

Setelah Gabah Anjlok, Harga Beras Ikut Turun

Pemilik Kios Beras Candy turut merasakan dampak dari turunnya harga di musim panen raya ini. Sebab menurutnya, pembeli beras cenderung sepi dibanding dengan biasanya. Ia pun tidak menampik jika turun­nya harga beras di musim panen raya memang biasa terjadi.

“Kalau lagi panen mah me­mang suka turun,” ujarnya.

Sebelumnya, Kosim, se­orang petani di Dea Gambar­sari Kecamatan Pagaden juga mengeluhkan harga gabah yang turun.

Menurut Kosim, saat ini harga gabah varietas Ciherang berada dikisaran Rp4.500 hingga Rp4.600 per kilogram. Bahkan menu­rut Kosim, saat memasuki musim panen seperti kali harga gabah kering bisa mencapai Rp500.000 hingga Rp600.000 per kwintal.

“Harganya sih sebetulnya relatif, ya untuk macam-macam varietas. Meskipun tidak merugi seperti tahun lalu, tapi memang ya sama saja harganya seperti daerah lain yang lagi panen, saat ini lagi turun,” pungkas Kosim.

Seperti dilansir dari ber­bagai media, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras mengalami penurunan pada Maret 2018. Penurunan harga beras tersebut tidak lepas dari adanya panen raya yang terjadi pada Maret. Di wilayah Subang sendiri, beberapa wilayah di Keca­matan Pagaden, Binong, Tambakdahan serta wilayah lain memang sedang masa panen raya. Bahkan di lapangan, harga gabah dari informasi yang didapat dari petani dan kelompok tani di masa panen ini mengalami penurunan sampai diangka Rp4.500-Rp4.600 per kilo­gram.(ygi/din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.