SAR dan BMKG Membahas Cuaca

jabarekspres.com, BANDUNG – Badan Sar Nasional (Basarnas) Kantor SAR Bandung bekerjasama dengan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca, iklim serta kegempaan. Selain itu, menjelang musim arus mudik dan balik lebaran 2017, Basarnas dan BMKG melakukan pemantauan kelancaran arus mudik dan balik lebaran dari sisi cuaca.

Kepala Kantor SAR Bandung S. Riyadi mengatakan, kerjasama ini sebagai bentuk kerjasama untuk langkah operasi SAR dengan dukungan perkembangan iklim, cuaca serta kegempaan.

“Data BMKG ini sangat mendukung tugas kami sebagai Basarnas, terlebih saat operasi SAR,” kata Riyadi usai penandatangan kerjasama dengan BMKG di Kantor SAR Bandung jalan raya Bandung-Garut, kemarin (16/6).

Riyadi mengungkapkan, dengan adanya penandatangan kerjasama ini, dirinya berharap suplai data secara maksimal dari BMKG. “SAR itu bergerak menolong, namun juga harus memperhatikan cuaca saat itu, sehingga kita perlu pastikan data update cuacanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Jabar, Tony Agus Wijaya menuturkan, pihaknya melakukan kerjasama ini untuk lebih menguatkan penyediaan data cuaca, iklim dan kegempaan kepada Basarnas.

“Operasi SAR baik di laut dan jalur penerbangan, data dari kami sangat dibutuhkan. Sehingga kita perlu penguatan dalam kerjasama ini, apalagi saat ini musim mudik lebaran,” tuturnya.

Selain itu, Tony menjelaskan, BMKG berfungsi mensuplai informasi dan data bagi perkembangan cuaca, iklim serta kegempaan. Dalam masa arus mudik dan balik lebaran tahun 2017. “Tugas kami nanti akan memberikan data cuaca, potensi angin, iklim dan kegempaan, setiap hari kami suplai data tersebut ke pihak terkait. Khusus dalam masa arus mudik dan balik ebaran ini, update data akan kita kirim per 6 jam sekali,” jelasnya.

Untuk perayaan Idul Fitri tahun 2017 ini, lanjut Tony, secara umum cuaca masuk ke dalam musim kemarau. Meski masih ada hujan sesekali. “Sekarang masuk kemarau, hujan intensitasnya mulai menurun. Dimana saat ini terjadi angin kencang yang tinggi saat siang hari hingga malam hari,” ucapnya.

Menurut Tony, untuk kecepatan angin sendiri, saat ini berkisar rata-rata 20KM per jam. “Memang anomalinya kalau kemarau ya angin kencang, apalagi angin datangnya dari tenggara saat ini,” ucapnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan