597

RK Luncurkan Jabar Masagi

Pondasi Manusia Unggul Jawa Barat

PENDIDIKAN KARAKTER: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berfoto bersama usai peresmian dan MoU bersama dengan kepala daerah se-Jabar untuk Pendidikan Karakter Jabar Masagi di Gedung Negara, Cirebon, kemarin (5/12).

CIREBON -Membangun pondasi manusia unggul Jawa Barat dimulai, dengan diresmikannya pendidikan karakter Jabar Masagi di Gedung Negara, Cirebon, kemarin (5/12). Peresmian juga dilengkapi kesepakatan bersama dengan bupati/wali kota se-Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, masa depan dan pergaulan remaja saat ini semakin rawan. Hal itu ditandai dengan banyak kasus hukum yang melibatkan murid dan guru.

Tidak hanya itu, kesopansantuan juga kian terkikis saat berinteraksi di media sosial. Beberapa di antaranya melontarkan kata-kata kasar.

”Diperlukan blue print untuk membentengi hal itu dengan nilai-nilai unggul dalam Jabar Masagi,” kata Ridwan Kamil usai peresmian.

Manusia unggul yang seperti apa? Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan, Jabar Masagi adalah menumbuhkan manusia Masagi Jawa Barat untuk belajar merasakan (surti/rasa), belajar memahami (harti/karsa), belajar melakukan (bukti), belajar hidup bersama (bakti/dumadi nyata) untuk melayani.

”Anak-anak Jawa Barat harus cerdas supaya bisa bersaing, harus berakhlak dan berka­rakter dan dari fisik harus sehat,” jelas Emil.

”Untuk mencapai hal itu, diterjemahkan dengan program Jabar Masagi,” sambungnya.

Menurut dia, pendidikan karakter Jabar Masagi adalah investasi jangka panjang. Ti­dak bisa instan.

Dia mengaku, menjadi sosok seperti saat ini bagian dari pendidikan yang dia petik dari Paskibraka. Poinnya, kata dia, dari Jabar Masagi, anak-anak di Jawa Barat akan dilatih menerapkan empat nilai kebaikan yang diaplika­sikan di masyarakat.

Bagaimana pengaplikasian­nya? Dia mencontohkan, mengaji sebelum belajar. Berjalan kaki ke sekolah (Nga­bring ka sakola atau Ngabaso, Red). Kemudian, membasuh kaki ibu seminggu sekali hingga menabung beras un­tuk dibagikan kepada fakir miskin. “Hal itu perlu dilaku­kan di sekolah,” ujarnya.

Untuk sementara, lanjutnya, program pendidikan karakter Jabar Masagi baru dilakukan di tingkat SMA/SMK dan SLB. Namun, daerah tingkat dua juga dilibatkan dalam Jabar Masagi. ”Dengan harapan bisa diaplikasikan di tingkat SD, SMP hingga SMA tercover Jabar Masagi,” tegasnya sam­bil menambahkan, setiap kabupaten/kota menerima modul Jabar Masagi.

”Hasilnya apa? Agar tidak ada lagi berita murid melawan guru, pemuda Jawa Barat mati gara-gara oplosan, bentrok geng motor dan lain-lain,” tuturnya.

Dengan Jabar Masagi, Emil berharap, pemuda saat ini bisa menggantikan peran di­rinya di masa depan. ”Kalau pak Jokowi (Presiden RI, Red) menyebutkan Revolusi Men­tal, maka di Jawa Barat diter­jemahkan lebih spesifik dengan Jabar Masagi,” pungkasnya.

Sementara itu, jalannya pe­resmian di Gedung Negara berjalan sangat meriah. Ter­lebih, acara mengalir dalam tiga bahasa: Sunda, Cirebonan dan Betawi yang dibalut dalam konsep longser.

Penutup acara, Ridwan Ka­mil juga live Instagram mela­lui akun @jabarmasagi_ dengan pemeran Dilan yaitu Iqbal Ramadan. Didampingi sejumlah pelajar, Kang Emil juga memaparkan melalui Instagram tentang apa itu Jabar Masagi. (rls)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.