925

Otak Penipuan Diburu, Korban Kena Modus Seleksi CPNS Palsu

IGUN GUNAWAN/JABAR EKSPRES
 TUNJUKKAN BARBUK: Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata saat menunjukkan sejumlah barang bukti yang disita dari sejumlah pelaku penipuan CPNS Kategori II di Mapolres Sumedang, kemarin (7/3).

SUMEDANG – Paska penangkapan, Satuan Reserse Kriminal Polres Sumedang menggelar ekspos kasus penipuan rekrutmen CPNS Kategori II di Mapolres Sumedang, kemarin (7/3).

Pelakunya merupakan Jumali, seseorang yang tengah berupaya menipu ratusan tenaga honorer K2 dengan modus dapat meloloskan menjadi CPNS. Menurut Keterangan Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata, penangkapannya sendiri dilakukan pada 28 Februari 2018, di Hotel Puri Kahatulistiwa Jatinangor. Polisi menangkap pelaku setelah mendapat laporan dari salah seorang korban.

”Kita melakukan penangkapan saat tersangka sedang melaksanakan kegiatan Tes Kemampuan Dasar (TKD), untuk meningkatkan status tenaha honorer dari kategori dua menjadi CPNS,” Kata Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata SIK di Mapolres Sumedang.

Kata Hari, kegiatan lokakarya diikuti sebanyak 87 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Seperti dari Provinsi Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, DKI, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Tenggara.

”Sebelumnya, tersangka yang berperan sebagai pembawa peserta dan pengarah acara, mengaku mengantongi surat tugas untuk melakukan penerimaan tenaga honorer dari kategori dua,” ucapnya.

Bahkan, kegiatan yang digelar tersangka dengan rekan-rekannya yang masih buron itu, mengatas namakan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hingga seolah-olah, kegiatan tersebut benar-benar diselenggarakan BKN.

”Padahal berdasarkan PP Nomor 56 Tahun 2012, pihak pemerintah tidak lagi melakukan pengangkatan tenaga honorer untuk menjadi CPNS samapi dengan tahun 2024,” ujarnya.

Lanjut Kapolres, untuk dapat mengikuti lokakarya itu, pelaku memungut uang dari perserta mulai dari Rp 5 juta hingaa Rp 15 juta.  ”Para pelaku membujuk rayu caranya mampu memberikan fasilitas untuk masuk CPNS dan mengatasnamakan sebagai petugas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta. Rp 15 juta itu, untuk peserta lokakarya, terlebih dahulu. Bila masuk mereka bisa minta lebih dari itu,” ungkapnya.

Dari tangan tersangka, pihaknya menyita barang bukti kejahatan berupa puluhan amplop coklat berisikan persyaratan lokakarya penerimaan CPNS, satu unit laptop, uang belasan juta rupiah, hp, kwitansi pembayaran sewa ruang rapat hotel dan lainnya.

Kini, tersangka mendekam di ruang tahanan Mapolres Sumedang, karena telah melanggar Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUH pidana dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. “Kita masih mengejar otak pelaku,” tukasnya.

Sebelumnya, kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan ikut langsung pengungkapan kasus penipuan itu. Dia berharap kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh tenaga honorer maupun masyarakat umum yang ingin jadi CPNS baru.

Ridwan menjelaskan modus operandi penipuan yang melibatkan komplotan terdiri dari lima orang itu. Dia mengatakan komplotan ini menyasar para tenaga honorer. Profesinya campuran mulai dari guru, tenaga kesehatan, sampai tenaga administrasi. Untuk meyakinkan kejahatannya, komplotan ini mencatut nama Plh Kepala Kantor Regional BKN Bandung, Usman. Sampai akhirnya Usman melaporkan kasus ini sekaligus sebagai pencemaran nama baik. Ridwan mengatakan untuk tanda jadi atau uang muka, para korban diminta uang berkisar Rp 5 juta sampai Rp 15 juta. ”Agustus dijanjikan SK keluar dengan total biaya Rp 170 juta. Padahal itu SK palsu,” tuturnya.

Dia mengapresiasi kinerja kepolisian yang bertindak cepat menangani kasus ini. Sehingga korban tidak sampai bertambah banyak. Ridwan berharap dari kasus ini, tidak ada lagi masyarakat yang tertipu iming-iming menjadi CPNS lewat jalur di luar proses seleksi resmi.

Dia menegaskan kalaupun ada rekrutmen CPNS baru dari tenaga honorer, tetap harus menjalani proses seleksi sesuai dengan amanah UU tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Ridwan mengingatkan semua informasi terkait pendaftaran CPNS hanya diberikan oleh BKN melalui situs SSCN BKN atau kantor pusat BKN di Jakarta. Informasi resmi juga bisa didapatkan di laman media sosial resmi milik BKN. Di twitter, akun resmi BKN ialah @BKNgoid dan akun BKN di facebook ialah BKNgoid. (nur/ign)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.