Komitmen Cegah Narkoba, BNN-Parfi Jalin Kerjasama

29
KENANGAN: Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Doni Monardo (tengah) menerima kenang-kenangan dari Kepala BNN Irjen Pol Heru Winarko.

 

BANDUNG – Maraknya kalangan artis terjerat kasus Narkoba (Narkotika, Psikotropika, dan Obat Terlarang). Membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan kerjasama dengan pengurus Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) untuk mengurangi dan mencegah peredaran Narkoba di kalangan selebritis.

Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, ada sebanyak tiga artis yang ditangkap BNN karena terbukti mengonsumsi barang haram tersebut. Diantaranya ialah Dhawiya Zaida (anak ratu dangdut, Elvi Sukaesih), Roro Fitria serta Fachri Albar (putra rocker Indonesia, Ahmad Albar).

Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko menuturkan, sebagai upaya mencegah peredaran Narkoba di kalangan selebritis, pihaknya meminta ke para produser untuk mengatur waktu syuting para artis film agar tidak terlalu memforsir tenaga. Sebab, waktu syuting yang terkadang memakan waktu hingga larut malam dinilai menjadi alasan para selebritis mengonsumsi Narkoba.

Baca Juga:  Bantah Perusahaannya Akan Ditutup, Blackberry Kenalkan Dua Ponsel Android

”Mereka (selebritis) menggunakan Narkoba untuk menambah stamina. Kita coba supaya bagaimana sistem kerjanya diubah agar bisa menghindari Narkoba,” kata Heru.

Lanjutnya, perlu ada pendidikan anti Narkoba yang diberikan bukan hanya bagi kalangan artis tapi juga untuk masyarakat pada umumnya. Pihaknya, saat ini telah menyiapkan diklat untuk mengembangkan pendidikan tersebut serta mengajak beberapa pihak untuk ikut terlibat dalam membantu memberikan materi anti Narkoba.

”Dari tingkat PAUD sampai mahasiswa serta tokoh agama itu kami libatkan supaya nanti bisa disebarluaskan dan disosialisasikan ke keluarga dan masyarakat Jawa barat,” kata dia.

Baca Juga:  3.434 Warga Jabar Magang Ke Jepang

Heru melanjutkan, saat ini BNN telah membuat laboratorium untuk mengkaji kandungan berbagai jenis serta kandungan Narkoba sebagai bentuk antisipasi serta pengawasan yang lebih ketat. Selain itu, BNN juga bekerjasama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk mengawasi makanan dan obat yang masuk serta disinyalir mengandung Narkoba.

”Kira-kira apa dan barang apa yang akan masuk, itu terus kita lakukan untuk cara mengantisipasinya,” kata dia.

Kerjasama juga dilakukan BNN dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengantisipasi peredaran Narkoba. Sebab, dalam menangani permasalahan Narkoba dinilai tidak bisa hanya dilakukan satu pihak, melainkan harus bersama-sama dengan instansi terkait lainnya.

Baca Juga:  BNN Bongkar Transaksi Rp 6,4 Triliun

”Misalnya masuk barang yang resmi itu dari Kemendag, terus bagaimana industrinya dan lain-lain. Jadi pengawasan bukan hanya dari BNN tapi Balai POM,” kata dia. (mg1/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here