Jalur Baru Akan Dibuka

Dibuka Jalur Alternatif dari Cikalongwetan hingga Cisarua

81
JALUR BARU: Pemkab akan membuka jalur baru menuju wisata. Salah satunya dari Cikalongwetan menuju Cisaru dan Lembang untuk meningkatkan pengunjung wisata.

NGAMPRAH– Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat tengah mengajukan pembukaan akses jalur alternatif menuju wisata di Lembang. Akses itu ditargetkan bisa dibuka dari arah Kecamatan Cikalongwetan menuju Cipada Kecamatan Cisarua dan Lembang. Hal itu dilakukan agar memudahkan akses menuju wisata di Lembang setelah dibangunnya Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang berlokasi di Cikalongwetan. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat Sri Dustirawati menyatakan, saat ini pihaknya akan mengajukan terlebih dahulu kepada Bappeda dan diharapkan bisa masuk dalam RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) lima tahun ke depan yang akan dipimpin oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih Aa Umbara Sutisna-Hengki Kurniawan. 

“Kita memang punya rencana agar akses dari Cikalongwetan itu bisa dibuka menuju Cisarua dan selanjutnya bsa menuju Lembang. Karena ke depan, di Cikalongwetan itu akan menjadi pusat perkotaan dengan adanya Kereta Cepat. Bahkan, pengunjung dari Jakarta juga berpotensi bisa datang ke lokasi wisata Lembang, ini peluang besar,” ujarnya.

Sri meyakini, bila akses jalur baru ini dibuka, maka akan menjadi solusi kemacetan yang saat ini kerap terjadi di wilayah Lembang. Hal itu dikarenakan akses jalan yang tidak bertambah sementara jumlah kendaraan terus meningkat. “Kita tahu jalur wisata di Lembang sekarang sudah padat apalagi saat memasuki liburan panjang. Jika dibuka ases jalur baru akan memecahkan solusinya,” terangnya. 

Seperti diketahui, di Bandung Barat, ada enam jalur alternatif yang bisa digunakan untuk menghindari kemacetan di jalur utama. Pertama, kendaraan di jalur tengah bisa mengambil rute dari Pintu Tol Padalarang/Batujajar-Kota Baru Parahyangan-Jalan. GA Manulang-Cipatat-Cianjur. Ini untuk menghindari kemacetan di Jalan Bandung-Cianjur.

Kedua, dari arah Purwakarta menuju  Lembang/Subang, bisa mengambil Jalan Raya Purwakarta-Jalan Stasion-Underpass Padalarang-Cisarua-Parongpong-Lembang-Subang. Jalur ini untuk menghindari kemacetan di Jalan Tol Purbaleunyi. Sementara dari arah Subang/Lembang menuju Bandung, ada empat jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di jalur utama Jalan Bandung-Lembang. Pertama, melalui Jalan Maribaya-Jalan Mekarwangi-Dago Bandung. Kedua, melalui Jalan Cijeruk-Ciumbuleuit-Bandung. Selanjutnya, juga bisa melalui Jalan Sersan Bajuri-Ledeng-Bandung dan terakhir bisa melalui Parongpong-Jalan Cihanjuang-Cimahi-Bandung. 

Sementara, kemacetan yang kerap terjadi di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, saat libur panjang atau weekend dikeluhkan oleh pengelola hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) KBB. Dalam tiga tahun terakhir kunjungan atau tamu yang hendak menginap ke hotel menurun drastis karena macetnya wilayah Lembang.

“Faktor kemacetan yang selalu terjadi selama tiga tahun terakhir, tamu yang menginap di hotel terus-menerus turun, penyebabnya karena kemacetan di Lembang yang sudah luar biasa parah. Mereka banyak yang meng-cancel rencana menginap dan lebih memilih bermalam di jalan,” kata Ketua PHRI KBB Samuel Setiadi.

Pemilik Hotel Bumi Makmur Indah Lembang ini mengungkapkan, belum ada solusi yang benar-benar jitu dalam mengatasi kemacetan di Lembang. Hal itu diperparah dengan kondisi jalan yang tidak bertambah, sementara jalan-jalan alternatif pun sudah banyak dijejali kendaraan. (drx)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.