Dukung Dunia Pendidikan, Jabar Hibahkan Lahan Pemprov

39
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
 HIBAH KAMPUS: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kanan) bersama Rektor UIN Syarif Hidayatullah Dede Rosyada (tengah) berbincang sambil melihat sketsa Masjid Al Jabbar usai acara penyerahan hibah Pemprov Jabar kepada UIN Syarif Hidayatullah di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kota Bandung, kemarin (8/3).

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menggelar pertemuan dengan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dede Rosyada, dalam rangka penyerahan dan penandatanganan dokumen hibah pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Gedung Pakuan Kota Bandung, kemrin (8/2).

Sekitar satu hektar lebih lahan Pemprov Jabar dihibahkan kepada UIN Jakarta yang selama 30 tahun statusnya pinjam pakai dari Pemprov Jabar ke UIN Jakarta. ”Kita memberikan satu hektar lebih kepada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berkedudukan di Tangerang Selatan tentu hibah ini adalah hibah dari Pemprov untuk kepentingan pendidikan,” kata Heryawan.

Aher berharap, lahan hibah ini bermanfaat bagi civitas akademika UIN, begitupun bagi generasi muda yang menimba keilmuannya di Universitas tersebut, terutama untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UIN.

Disamping itu kata Aher, ada kerjasama yang dilakukan oleh Pemprov Jabar dengan UIN yang menyangkut dengan pendidikan, yakni banyaknya para pelajar yang melanjutkan pendidikannya di Universitas tersebut.

”Sudah ada juga perjanjian kerjasama antara kita dengan UIN Syarif Hidayatullah selain kerjasama hibah lahan bentuk kerjasama pendidikan ke depan ada sejumlah mahasiswa yang mungkin dikirim oleh pemerintah Provinsi yang belajar secara khusus baik itu mahasiswa S1, S2, dan S3,” pungkasnya.

Lantik Dewan Pendidikan

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan  meminta kepada dewan pendidikan provinsi Jabar untuk meningkatkan pengawasan pada dunia pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Aher menginginkan, dalam pelaksanaan pendidikan di Jabar tidak hanya transfer knowledge atau ilmu pengetahuan saja tapi juga pendidikan karakter.

Aher mengatakan hal itu kepada pengurus dewan pendidikan Jabar masa jabatan 2017 – 2022 yang baru saja Ia lantik di Aula Barat Gedung Sate Bandung. “Kita menginginkan, merencanakan, mendesain supaya pendidikan di Jabar adalah pendidikan berkarakter jadi pendidikan tidak hanya tranfser knowledge disaat yang sama juga pendidikan moral dan akhlak,” kata Aher.

Selain itu, dewan pendidikan yang beranggotakan para pakar dari berbagai bidang dan pemerhati pendidikan, melalui keahlian dan pengalamannya juga berhak untuk memberi masukan atau usulan bagi pengambil kebijakan untuk memperbaiki metodologi pengajaran, kurikulum, termasuk memperbaiki suasana pembelajaran bila dirasa kurang nyaman bagi para pelajar.

“Saya mengharapkan dewan pendidikan untuk menjadi pakar yang bersama mengamati persoalan dunia pendidikan untuk menjadi masukan, saran bagi pengambil kebijakan demi memperbaiki suasana pembelajaran agar belajar itu nyaman, itu tidak salah, saya kira wajar,” harapnya.

Anggota dewan pendidikan Jabar periode 2017 – 2018 ini berisi para pakar pendidikan yang mewakili berbagai bidang dan instansi. Dari perguruan tinggi diwalili oleh pakar dari ITB, Unpad, UPI, IPB dan Unpas. Terdapat juga wakil dari organisasi guru yaitu PGRI, sekolah swasta yang tergabung dalam BNPS, komite sekolah, pengawas, hingga wakil dari dunia usaha.

“Saya kira ini sudah ideal ya, ada proses keterwakilan dari berbagai pakar berbagai bidang. Dunia usaha pun masuk menjadi bagian penting dari pengembangan pendidikan kita, ini sudah kumplit sekali,” ujar Aher.

Dewan pendidikan Jabar memiliki sejumlah tugas, seperti mengkoordinasikan pelaksanaan fungsi dan tugas mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan. Menyampaikan hasil penghimpunan, analisis, rekomendasi atas keluhan, saran, kritik dan aspirasi masyarakat terhadap pendidikan kepada Gubernur. (rmol/bon/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.