Dihadapkan dengan Preman dan Masyarakat saat Bertugas, Rini Mengedepankan Sikap Persuasif dan Humanis dalam Menegakkan Perda

62
Rini Sartika
Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat

Menjadi orang nomor satu di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran tidaklah mudah. Berbagai macam tantangan harus dihadapi salah satunya saat berhadapan langsung dengan para preman dan orang tidak dikenal ketika melakukan penertiban terhadap bangunan liar dan pedagang kaki lima (PKL). Hal itu yang dirasakan langsung oleh Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat Rini Sartika saat dijumpai Jabar Ekspres di kantornya, Selasa (17/4).

Laporan Hendrik Kaparyadi, KBB

Bagi Rini, tugas yang sudah diperintahkan pimpinan harus dilaksanakan sebaik mungkin. Dirinya yang saat ini sudah menjabat sebagai Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat selama 4 tahun tepatnya sejak 2014 lalu sampai tahun ini, memiliki pengalaman yang cukup menantang saat dihadapkan dengan sejumlah masyarakat. Namun, bagi dirinya tugas dan penegakkan Perda menjadi hal utama untuk dilaksanakan kendati mendapatkan penolakan.

Baca Juga:  Parkir Liar, Motor Digembok

“Tugas di lingkungan Satpol PP ini memang tidak mudah terutama saat di awal-awal saya menjabat. Tapi dengan berjalannya waktu, saya juga bisa memahami tugas dan kewajiban saya yang harus dilakukan terutama dalam penindakan di lapangan seperti penertiban bangunan dan lain-lain. Kuncinya mulai dari persuasif hingga humanis saat menghadapi sejumlah masyarakat yang menentang dan enggan ditertibkan,” kata Rini.

Penegakkan perda, menurut dia, tidak bisa ditawar lagi. Hal itu untuk memberikan efek jera bagi para pelanggar aturan. Sehingga para pelanggar tersebut harus mengikuti aturan yang sudah ditentukan. “Penegakkan perda harus dilakukan agar memberikan contoh dan tidak dilakukan oleh yang lainnya,” katanya.
Diakuinya, setiap melakukan penertiban di lapangan dirinya kerap turun langsung memimpin. Hal itu dilakukan untuk memotivasi para anggota lainnya yang berjuang untuk menegakkan perda. “Saya selalu turun karena memang petugas di lapangan juga minim. Namun, yang terpenting untuk memberikan motivasi dan semangat anggota lainnya,” tegas Rini yang memiliki 3 anak tersebut.

Baca Juga:  Barcelonistas Berulah, Sanksi Berlipat Menanti

Selain fokus dalam bekerja, Rini yang memiliki hobi jalan-jalan dan kuliner ini juga mampu membagi peran dan waktu untuk keluarga. Bahkan, saat dirinya disibukan dengan pekerjaan, selalu bisa membagi waktu bersama keluarganya. “Urusan pekerjaan tetap dilakukan dan urusan keluarga juga tetap berjalan. Karena sebagai ibu harus mampu membagi waktunya,” kata Rini yang lahir di Padang, 28 Agustus 1973.

Semasa muda, Rini menghabiskan sekolah di STPDN yang masuk pada tahun 1991 dan lulus pada 1994. Masuk dan bersekolah di STPDN memang harus memiliki mental yang kuat. “Masuk ke STPDN dorongan dari orangtua, di sana memang dididik bukan hanya untuk bekerja di pemerintahan tapi juga sektor lainnya seperti pertanian dan peternakan sehingga ketika keluar bisa bekerja di mana saja. Yang terpenting kita juga dilatih mental yang kuat,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:  David Laly Akan Kembali ke Persipura?
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here